JOGJA – Usai terpilih sebagai ketua Umum Asprov PSSI DIJ, pada 24 Maret lalu, Ahmad Syauqi Soeratno mencanangkan sejumlah program. Tujuan utamanya tentu saja untuk membenahi persepakbolaan di DIJ. Syauqi membeberkan beberapa hal yang ingin dilakukan di kepengurusannya empat tahun mendatang. Salah satunya adalah mengenai pembekalan Club Licencing kepada seluruh klub di DIJ. “Jadi klub-klub akan kita bina agar sehat secara keseluruhan,” kata Syauqi Kamis (4/4).

Menurutnya, syarat penting jika sebuah klub ingin disebut sebagai klub profesional adalah mendapatkan sertifikat dari AFC. Untuk mendapatkan sertifikat tersebut setiap klub harus memenuhi beberapa syarat. Yakni, memiliki stadion sendiri, sistem pembinaan pemain muda yang bagus, berbadan hukum, dan beberapa syarat yang lain. “Di liga pro kita (Liga 1) yang juara kan belum tentu bisa main di Liga Champions, itu problemnya ya karena club licensing,’’ jelasnya.

Syauqi juga menjelaskan pentingnya pembekalan mengenai lisensi klub tersebut terutama untuk klub-klub yang masih bermain di level bawah atau amatir. Hal itu bertujuan agar klub-klub tersebut tidak canggung lagi ketika mereka naik ke kasta yang lebih tinggi. “Jika nantinya klub-klub di DIJ bisa promosi dari liga 3 ke kompetisi yang lebih tinggi, pengenalan terhadap regulasi dan manajemen klub itu sudah dikenalkan sejak level Askab ataupun Askot,” jelasnya.

Saat ini tercatat ada dua tim dari DIJ yang berkompetisi di level profesional yakni PSS Sleman dan PSIM Jogjakarta. Namun, keduanya saat ini juga masih belum mendapatkan lisensi pro dari AFC. Bahkan di seluruh Indonesia sendiri hanya ada Persib Bandung, Persija Jakarta, Bali United, Borneo FC, Bhayangkara FC, Madura United, Arema FC, Persipura Jayapura, PSM Makassar, dan Barito Putera yang sudah mendapatkan pengakuan pro dari AFC. (cr12/din/mg4)