JOGJA – Perkembangan zaman yang kian dinamis turut memengaruhi pola pengasuhan orangtua kepada anak. Oleh sebab itu diperlukan suatu sistem mengasuh yang baik. Pengetahuan terkait pola pengasuhan  yang baik pun bisa diperoleh dengan mudah, salah satunya dengan membaca buku.

Kepala Bidang Pembinaan dan Pengembangan Perpustakaan Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) Djuli Sugiharto mengatakan pola mengasuh yang salah bisa berdampak pada perilaku anak. “Misalnya seperti suka membantah. Padahal itu tidak boleh,” ujarnya saat memaparkan materi dalam rangka bedah buku Jika Salah Mengasuh dan Mendidik Anak karya Ahmad Nizar Baiquni di Balai Giri Arum, Pakualaman, Jumat (5/4).

Dia pun menuturkan, orangtua sebaiknya juga kian bijak dalam memberi teladan. Sebab anak adalah cerminan orangtua. Djuli pun yakin tak ada kata terlambat untuk membenahi pola asuh dan didik anak. Terlebih pemerintah daerah juga terus berupaya memfasilitasi sarana yang bisa menjadi wadah belajar orangtua untuk mengasuh anak. Salah satunya yakni dengan menggalakkan kebiasaan membaca di lingkungan keluarga.

Adanya fasilitas perpustakaan misalnya, merupakan bentuk perhatian pemerintah kepada masyarakat. Tak hanya perpustakaan di daerah-daerah, tapi bahkan perpustakaan kelas nasional seperti Grhatama Pustaka. “Ada sekitar 25.000 buku elektronik dan jutaan buku lainnya di sana (Grhatama Pustaka). Itu merupakan sarana untuk mengembangkan literasi di Indonesia,” ujar Djuli.

Anggota Komisi D DPRD DIJ Nurjannah mengatakan pola pengasuhan dan mendidik anak tak bisa dilepaskan dari budi pekerti. Zaman yang terus berkembang menuntut orangtua untuk mampu dinamis, tapi juga tak luput mengajarkan sopan santun. “Bagaimana pergaulan mereka sehari-sehari dengan teman-teman juga perlu diperhatikan,” ujar Nurjannah.

Oleh karena itu pula, Komisi D DPRD DIJ menggandeng Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD), terus berupaya mengajak para orangtua untuk selalu bijak mengarahkan anak. Selain menanamkan karakter yang baik, para orangtua diharap mampu menciptakan kebiasaan baik. Seperti rajin membaca buku hingga gemar menggunakan Bahasa Jawa dalam keseharian.

Nurjannah berpendapat, dengan dibiasakannya anak-anak menggunakan Bahasa Jawa maka secara tak langsung tercipta sikap sopan santun. “Karena dalam pendidikan Bahasa Jawa itu ada unggah-ungguhnya,” katanya.

Sementara itu, melalui buku Jika Salah Mengasuh dan Mendidik Anak, sang penulis yakni Ahmad Nizar Baiquni ingin agar para orangtua bisa mendidik generasi yang sholeh-sholeha. Sebagai penerbit, Wakil Redaksi Agama Diva Press Yanuar Arifin menyampaikan, kesalah pola asuh orang tua merupakan salah satu penyebab anak durhaka. Oleh sebab itu para orangtua harus menjadi teladan yang baik terlebih dulu.

Buku tersebut ditujukan untuk masyarakat umum. Khususnya para orangtua milenial berusia 20-40 tahun. “Orangtua dan para guru pun diharapkan bisa menikmati buku ini sebagai tuntutanan,” kata Yanuar. (cr9/din/mg1)