MUNGKID – Kampung Keluarga Berencana (KB) terus dikembangkan di Kabupaten Magelang. Hanya saja, pencanangan Kampung KB akan dibarengkan dengan pembentukan Rumah Data Kependudukan (Rumah Dataku). Tujuannya sebagai pusat data untuk memotret keadaan awal kondisi penduduk, sekaligus memantau perkembangan setelah dilakukan intervensi, terutama dari sisi kesejahteraan secara umum.

“Hal-hal yang berkaitan dengan keluarga, selanjutnya dilakukan intervensi lintas sektor. Rumah Dataku bersifat dari, oleh, dan untuk warga desa. Warga desa pulalah yang input, update, mengelola dan melaporkan,” kata Bupati Magelang Zaenal Arifin kemarin.

Zaenal meresmikan Kampung KB di Dusun Drojogan, Adikarto, Muntilan. Menurutnya, Pemkab Magelang sangat serius melaksanakan upaya-upaya pembangunan di bidang kependudukan dan peningkatan kesejahteraan warga masyarakat. Salah satunya dengan program Pencanangan Kampung KB secara bertahap.

“Penduduk Kabupaten Magelang pada 2018 mencapai 1.283.405 jiwa. Merupakan tanggung jawab dan tantangan bagi pemerintah daerah dan stakeholders agar ketersediaan penduduk dan angkatan kerja yang melimpah ini bisa diarahkan menjadi sumber daya manusia yang berkualitas dan handal di masa kini dan mendatang,” tuturnya.

Mengingat pentingnya data tingkat desa, lanjut Zaenal, diharapkan pemerintah desa dapat memfasilitasi pendataan kependudukan. Yakni melalui anggaran dana desa.

“Sudah saatnya pemanfaatan anggaran dana desa ini tidak hanya untuk pembangunan infrastruktur. Tapi juga dimanfaatkan untuk peningkatan kualitas SDM. Karena penduduk adalah objek dan subjek pembangunan. Sekaligus pelaku dan penerima manfaat hasil pembangunan,” jelasnya.

Kedatangan rombongan bupati disambut kesenian topeng ireng, dilanjut pengguntingan pita dan pertunjukan senam jantung sehat oleh para lansia. Mereka juga menyempatkan diri meninjau pameran berbagai produk lokal berupa makanan, hasil bumi, dan kerajinan.

“Ini upaya mewujudkan Generasi Emas 2045. Di mana setelah 100 tahun Indonesia merdeka, jumlah penduduk Indonesia diperkirakan 70 persennya berada pada usia produktif. Yakni 15-64 tahun,” tegasnya. Acara ini turut dihadiri beberapa sesepuh Desa Adikarto seperti Kiai Muhajir, Misbah Ali, dan lainnya. (dem/laz/fj)