BANTUL – Padukuhan Krapyak Wetan, Panjang Rejo, Pundong menjadi salah satu pusat kerajinan aksesoris perhiasan manten berbahan tembaga di Bantul. Potensi itu merupakan warisan leluhur. Hingga kini ada puluhan perajin yang masih bertahan. Salah satunya Eeng Oviyana, 43.

Bagi Eeng, pria kelahiran Krapyak Wetan itu, membuat kerajinan sudah tak asing. Sebab, rata-rata nenek moyang di padukuhan tersebut menekuni usaha ini. Jadi, sejak dulu dia memang sudah terbiasa melihat dan mengamati proses produksinya.

Awalnya, Eeng memang muncul ketertarikan membuat kerajinan ini. Nah, untuk menambah pengalaman, dia bekerja di suatu perusahaan kerajinan. Di sana, dia bekerja hampir tujuh tahun. Hingga 2016 dia memutuskan untuk memroduksi sendiri. ”Setelah saya tahu ilmunya saya mencoba usaha sendiri. Dan Alhamdulillah saat ini semakin berkembang,” ungkap Eeng.

Berbekal ilmu itu, dia mencoba merakit dan berlatih desain. Mulai proses pembuatan kerangka hingga isian dia pelajari. Selanjutnya teknik pewarnaan dari tembaga, nikel dan lapisan emas maupun perak juga dia geluti. ”Nah, yang sering jadi kendala itu, bahan bakunya. Jenis tembaganya kurang lengkap di pasaran. Selain itu diamondnya hanya tersedia di Republik Ceko,” tuturnya.
Kendati ada kendala, itu sudah menjadi masalah rutinitas yang dihadapi.

Otomatis, harus bersabar menunggu ketersediaan bahan.
Yang jadi keunikan buatannya itu, perhiasan dan diamond dibuat dengan teknik mencengkram, dikaitkan menggunakan tempat manual tanpa cetakan. Sehingga perhiasan lebih kuat dan diamondnya tidak mudah lepas saat dikrom ke dalam cairan tembaga dan nikel.

Nah, adapun perhiasan paling banyak diminati yakni, perhiasan manten Jogja dan Solo.Murah mahalnya yang tergantung kerumitan desain, ongkos pengiriman dan persediaan bahan pokok.

Nah, untuk jenis perhiasan manten setiap daerah berbeda-beda. Misalnya di Jogjakarta. Dia menyebut, ada 12 item dalam satu set. Di antaranya, ada cunduk mentul, giwang, cincin, centhung, gelang binggel, kelat bahu, kalung susun tiga, sabuk, bros, penethep, gunungan atau sariayu dan suweng. Untuk pemesanan model aksesoris manten Jogja, satu set seharga sekitar Rp 6 juta. ”Kalau model manten Solo lebih sedikit itemnya dan lebih sederhana desainnya. Satu set ada 7 item. Harga per 1 set Rp 1,5 juta,” terangnya.

Kerajinan perhiasan buatan Eeng laris dipasaran. Bahkan mulai mendapat pesanan hingga aksesoria manten gaya luar pulau Jawa. Menurutnya, perhiasan manten laku keras di pasaran lokal.(cr6/din/mg2)