JOGJA – Impian Jusan Jauhari untuk beribadah di Tanah Suci akhirnya terwujud. Itu semua berkat ketekunannya sebagai driver Go-Jek. Pria 44 tahun itu bergabung sebagai mitra Go-Jek sejak Februari 2017.

Perkenalan Jusan dengan Go-Jek bermula dari salah seorang temannya. Teman Jusan semula berprofesi sebagai tukang ojek pangkalan. Dia lantas gabung dengan Go-Jek pada 2016. Suatu hari sang kawan bercerita kepada Jusan. Ihwal pendapatannya dari Go-Jek. Hanya dalam hitungan hari dia bisa mencairkan pendapatan hingga Rp 2,5 juta. Dari situlah Jusan mengaku sangat tertarik.
“Akhirnya saya coba sendiri. Sempat kaget saat hari pertama jalan bisa dapat Rp 400 ribu sekian,” kenangnya.

Mampu mendapatkan hasil signifikan kian membulatkan tekad Jusan. Dia pun makin semangat menekuni profesi barunya. Meski tetap menjalani pekerjaan lamanya sebagai agen properti dan penyiar radio.

Jusan bergabung dengan Go-Jek memamg diniatkan untuk menambah penghasilan. Demi meraih impian untuk berangkat umrah ke Tanah Suci. Niat itu pun terwujud pada November 2017. Padahal, sebelum jadi mitra Go-Jek Jusan belum menyiapkan dana untuk umrah.

Jusan tak sendirian. Dia berangkat ke Makkah bersama istri, ibu, dan ibu mertuanya. Jusan mendapatkan suntikan dana yang bisa diangsur dari penghasilan Go-Jek. “Awal pegang jaket Go-Jek saya langsung ingin membawa dan memakainya di Tanah Suci,” ujarnya.

Jusan pun merealisasikan niatnya. Dia mengenakan jaket Go-Jek dan berfoto di depan Masjidil Haram dan Masjid Nabawi di Madinah. “Alhamdulillah bisa mewujudkan mimpi saya untuk beribadah di sana (Tanah Suci). Prinsipnya tekun dan jujur menjalani hidup apa yang jadi keinginan nanti mengikuti,” tuturnya.

Jusan berharap ke depan bisa umrah lagi bersama anak-anaknya. Sekaligus menginspirasi rekan-rekannya sesama driver Go-Jek. (ita/yog/mg2)