MAGELANG – Upacara peringatan hari jadi sebuah perusahaan biasanya dilakukan di kantor pusat. Tetapi Dirut PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah (Bank Jateng) Supriyatno memilih melakukan hal berbeda. Momentum HUT ke-56 Bank Jateng tahun 2019 ini, diperingati dengan syukuran dan upacara di Kantor Cabang Magelang,

Tasyakuran di Bank Jateng Kantor Cabang Magelang dilakukan akhir pekan lalu. Supriyatno yang akrab disapa  Nano sengaja datang ke Magelang pagi hari dari Semarang dengan sepeda motor. Pria yang lihai bermain saxophone ini memimpin upacara peringatan di halaman kantor. Ia pun memberikan pembinaan dan arahan kepada seluruh pegawai, termasuk syukuran bersama para pensiunan dan masyarakat.

Tanpa didampingi jajaran direksi, Supriyatno lebih banyak memotivasi para pegawai agar tetap mempertahankan kinerja, bahkan terus meningkatkannya. Termasuk ia mengingatkan pada bahayanya berada di zona nyaman. Kegiatan ini juga diikuti kepala-kepala cabang bank Jateng se-eks Karesidenan Kedu.

“Hari ini spesial dan berbeda dari biasanya, saya upacara dan syukuran HUT ke-56 di Magelang. Sebab, denyut nadi Bank Jateng bukan di kantor pusat, tapi di kantor-kantor cabang, seperti Magelang ini,” katanya.

Ia menyampaikan program akselesari dan transformasi selama lima tahun ini meraih hasil positif. Terlihat dari total aset per Desember 2018  mencapai Rp 66,8 triliun, atau meningkat dua kali lipat dibanding posisi tahun 2013 yang hanya Rp 30,7 triliun.

“Peringkat kita secara nasional juga meningkat. Lima tahun lalu kita di posisi 4 atau 5 besar BPD se-Indonesia, sekarang di peringkat dua. Tentu ini keberhasilan kita semua, utamanya kalian di cabang-cabang yang merupakan garda terdepan dan ujung tombak,” tutur Nano yang juga menjabat dirut BPD DIJ ini.

Menurutnya, keberhasilan ini patut disyukuri dan diapresiasi. Namun, ia mengingatkan untuk tidak terlena di zona nyaman. Bahkan ia menyebut zona nyaman bisa berbahaya kalau lupa diri.

“Sekarang kita di era industri 4.0 yang serba digital dan pasar begitu cepat berubah. Ini tantangan kita, maka perlu ada peningkatan bisnis dan dukungan relasi secara profesional,” jelasnya didampingi Pemimpin Bank Jateng Magelang Herry Nunggal.

Organisasi di tubuh Bank Jateng, lanjut Nano, akan ditata ulang sesuai perubahan zaman dan kebutuhan bisnis. Sumber daya manusia (SDM) juga akan diperkuat dan dilakukan kaderisasi yang tertata baik.

“Mau tidak mau kita butuh kaderisasi pemimpin baik yang tumbuh dari dalam. Tidak mungkin saya terus berdiri di posisi ini, ke depan kalianlah yang akan menggantikan saya. Maka, harus siap dari sekarang,” ungkap pria yang baru saja terpilih sebagai Ketua Umum Asosiasi Bank Pembangunan Daerah (Asbanda) pada Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) di Kantor Asbanda, Jakarta.

Tidak hanya upacara dan potong tumpeng, dirut ini juga merayakan HUT Bank Jateng dengan touring bersama para bikers komunitas motor. Juga memberikan bantuan sosial serta beasiswa kepada masyarakat. (dem/laz/zl)