PURWOREJO – Tidak sampai 100 orang keanggotaan Ridati Purworejo yang di bawah pembinaan Fatimah Verena Prihastyari, istri Bupati Agus Bastian. Secara rutin mereka memiliki agenda pertemuan, baik formal maupun nonformal. Di bawah Fatimah, mereka lebih banyak turun ke lapangan. Tidak saja objek wisata di luar kota, namun justru sering berkunjung bersama atau berkegiatan di objek wisata lokal.

Jika dibicarakan besaran anggaran kegiatan, boleh dikatakan sebenarnya mereka pun mampu mau ke mana saja. Namun hal ini tidak dilakukan. Kalaupun ada kegiatan ke luar kota, mereka hanya sesekali saja. Bahkan lebih tampak sebagai studi banding untuk menambah pengalaman melihat pengelolaan ataupun pengemasan objek wisatanya.

Kesempatan kali ini untuk melepas Riyanti Lestari, istri Dri Sumarno, staf ahli bupati yang purna bulan April ini. Destinasi yang dipilih kawasan Kaligesing, akhir pekan lalu. Objek wisata di Tlogoguwo dan Donorejo jadi pilihan.

Bepergian bersama menikmati alam tanpa pendampingan suami, menyatu dalam perkumpulan ibu-ibu. Mereka pun tidak tampak sebagai sosok istri pejabat yang memiliki jadwal sedemikian padat. Dengan gayanya masing-masing, mereka pun bebas mengeksplorasi diri, bahkan tidak sedikit bergaya layaknya anak-anak muda.

“Mumpung tidak sedang dengan anak-anak, kami  pun kadang ingin bergaya layaknya anak muda,” ujar Lilos Anggorowati, istri Kabag Humas dan Protokol Bambang Gatot Seno Aji.

Fatimah Verena sendiri tampak larut dalam kegembiraan tersebut. Ia beberapa kali minta diabadikan gambarnya, baik berlatar belakang pemandangan di Bukit Pinus Kalilo maupun Siegendol. Juga bersama anggotanya.

Sebagai istri pejabat, Fatimah mengaku bisa memahami sosok wanita yang ada di baliknya haruslah bisa menjadi seorang teladan. Tidak saja dalam keluarganya, namun di tempat sang suami mendapatkan amanah jabatan. Dia melihat masih banyak anggota yang menilai sang suami menjadi pejabat, maka beban juga akan ditanggung istri.

“Padahal seharusnya tidak, tergantung bagaimana kita memposisikan diri. Katakanlah kegiatan seperti ini pun untuk melepaskan kepenatan dan berbagi kegembiraan di antara anggota Ridati ini,” ujar Fatimah.

Erna Said, istri Sekda Said Romadhon yang menjadi Ketua Ridati pun tidak mau kalah. Ia tidak pernah ketinggalan untuk mencari momen terbaik mengabadikan diri. Ia mendorong agar kesempatan mengunjungi objek wisata lokal dimanfaatkan dengan baik. Harapannya lagi, akun media sosial yang dimiliki nantinya harus dijejali dengan foto diri saat berada di objek wisata di Purworejo.

“Ada dua manfaat yang kami petik dalam satu kegiatan seperti ini. Satu untuk mempererat tali silaturahmi, kedua mendukung program pemerintah Purworejo dalam Romansa Purworejo 2020,” ungkap Erna yang kesehariannya sebagai pendidik ini.

Tidak saja objek wisata di Kaligesing, mereka juga menyempatkan diri menikmati kesegaran Kopi Seplawan yang ada di Desa Donorejo, Kecamatan Kaligesing. Kopi organik lokal yang dikembangkan oleh Toto Sugiharto ini amat pas dinikmati di tempat karena keberadaan lokasinya yang berada di ketinggian. (laz/zl)