GUNUNGKIDUL-Jumlah balita telantar di Gunungkidul tahun ini mencapai ratusan. Latar belakangnya beragam, salah satunya karena himpitan ekonomi. Dinas Sosial (Dinsos) Gunungkidul mengklaim, kasus tersebut sudah ditangani.
Kasi Bina Kelembagaan Sosial Dinsos Gunungkidul Gustarto mengatakan, berdasarkan data Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS), jumlah balita telantar ini menurun dibanding dengan tahun sebelumnya. “Sekarang tercatat ada 269 kasus dan sebagian sudah ditangani,” kata Gustarto saat dihubungi Senin(8/4).

Untuk penanganannya, sudah merekomendasikan kepada Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) agar mereka diberikan bantuan dana oleh Kementerian Sosial RI. Bantuan itu ,elalui Direktorat Rehabilitasi Sosial Anak telah disalurkan kepada anak-anak kurang beruntung tersebut. “Tahun lalu telah mendapatkan bantuan untuk 14 lembaga kesejahteraan sosial anak dan anak balita telantar. Semua telah tertangani,” ungkapnya.

Sedangkan penanganan untuk tahun ini, ada program Tabungan Sosial Anak (TSA) dari Kemensos. Masing-masing anak mendapatkan kucuran dana Rp 1 juta per tahun. Hanya saja diakui, anggaran melalui APBD kabupaten belum masuk dalam mata anggaran di APBD murni. “Di antara balita telantar itu sekarang dititpkan di panti asuhan karena memang sudah tidak memiliki keluarga,” ujarnya.

Menurutnya, kasus balita telantar pemicunya beragam. Di antaranya persoalan gizi buruk sebagai akibat dari himpitan ekonomi.

Anggota DPRD Gunungkidul Heri Nugroho meminta kepada pemkab agar lebih giat lagi dalam mendata balita yang berpotensi telantar. Peranan petugas di tingkat kelurahan juga sangat penting untuk melakukan pemdataan agar dapat segera ditangani. “Dari sisi anggaran juga harus digenjot. Kalau belum ada anggaran, nanti bisa diusulkan melalui APBD perubahan,” kata Heri Nugroho.

Dinsos juga harus memastikan, semua balita terlantar masuk dalam Basis Data Terpadu (BDT). BDT adalah sistem data elektronik berisi data nama dan alamat yang memuat informasi sosial, ekonomi, dan demografi dari individu. (gun/din/mg3)