BANTUL – Magister Ilmu Pemerintahan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta membuka program dual degree. Bekerjasama dengan Mindanao State Univesity Filipina. Program dual degree ini sudah dimulai pada semester ini, dengan menerima mahasiswa dari Mindanao State Univesity Filipina.

Selanjutnya pada semester depan Magister Ilmu Pemerintahan UMY akan mengirimkan mahasiswanya ke Filipina. Pada program ini, mahasiswa akan mengambil perkuliahan selama dua semester di UMY dan dua semester di Filipina. Acara launching program internasional dual degree dilakukan bersamaan dengan Workshop Kurikulum Internasional dan Akreditasi Internasional, di Gedung KH Ibrahim, UMY Jumat (5/4).

Wakil Rektor Bidang Kerjasama dan Internasional UMY Prof. Dr. Achmad Nurmandi mengatakan, melalui program ini mahasiswa berkesempatan mendapatkan dua gelar sekaligus setelah menyelesaikan masa studi nantinya.

“Mahasiswa punya kesempatan satu tahun tinggal di Filipina dan sebaliknya. Harapannya nanti, mahasiswa kami akan terus meningkat jumlahnya yang mengikuti program ini. Setidaknya satu angkatan 15 mahasiswa,” ungkapnya kepada Radar Jogja.

TERIMA KASIH : Ketua Program Studi Magister Ilmu Pemerintahan UMY Dr Dian Eka Rahmawati (kiri) memberikan cinderamata kepada Presiden APSPA Prof. Amporn W Tamronglak. (NANANG FEBRIYANTO/RADAR JOGJA)

Ketua panitia, yang juga Ketua Program Studi Magister Ilmu Pemerintahan UMY Dr Dian Eka Rahmawati memaparkan, kerjasama mewujudkan progam dual degree tersebut melalui proses yang panjang. Diawali dengan MoU kedua universitas. Kemudian ditindaklanjuti dengan pengajuan proposal joint degree ke Dikti. Proses tersebut memerlukan waktu sekitar dua tahun. Dan sudah dirintis sejak masa kepemimpinan ketua prodi sebelumnya, Dr. Dyah Mutiarin.

Untuk bisa mengikutinya dilakukan seleksi yang ketat untuk pengiriman mahasiswa dual degree. Hal itu dilakukan mengingat mahasiswa yang mengikuti program tersebut mendapatkan beasiswa full. Dian menambahkan, “Adanya program tersebut selain memberikan manfaat bagi peserta dual degree juga akan meningkatkan proses pembelajaran di kelas.”

Sebab, lanjut dia, dengan adanya mahasiswa asing, maka interaksi di kelas akan banyak menggunakan bahasa Inggris. Tidak hanya itu, mahasiswa pun mendapatkan pengalaman multi kultur. Melalui adanya mahasiswa asing tersebut. “Mahasiswa akan mendapatkan nilai lebih. Selain juga lulusan dari program ini akan mendapatkan dua titel. Dari MSU Philipina akan mendapat gelar MPA (Master of Public Administration). Kemudian dari UMY akan mendapat gelar MIP (Magister Ilmu Pemerintahan)” jelasnya.

Program dual degree ini sendiri menjadi yang pertama kalinya di UMY. Kualitas lulusan tidak perlu diragukan. Sebab Magister Ilmu Pemerintahan juga berhasil mendapatkan penilaian akreditasi internasional oleh Asia Pacific Society for Public Affairs (APSPA). “Itu menunjukkan MIP UMY telah diakui kualitasnya dalam mutu pembelajaranya oleh asesor APSPA yang berasal dari berbagai negara,” tuturnya.

Nurmandi juga menambahkan, dalam kesempatan tersebut turut mengundang sekitar 30 ketua prodi Ilmu Pemerintah dari kampus-kampus di Indonesia. Selain untuk berbagi informasi juga diskusi mengenai proses pengajuan joint degree dan Akreditasi Internasional.

Dalam workshop tersebut MIP UMY menghadirkan pembicara Purwanto Subroto Ph.D dari Dikti dan Presiden APSPA Prof. Amporn W Tamronglak, Direktur Lembaga Kerjasama UMY Eko Priyo Purnomo, Ph.D, dengan moderator Ridho Alhamdi, Ph.D yang juga Dosen MIP UMY

Turut hadir pula dalam kesempatan tersebut, Direktur Pasca Sarjana Sri Atmaja Ph.D, Dekan Fisipol UMY Dr. Titin Purwaningsih, Ketua Program Studi MIP Dr. Dian Eka Rahmawati, Sekretaris MIP Erni Zuhriyati S.IP, M.Si, dan Ketua-ketua Program Studi di lingkup UMY. (*/riz/pra/mg1)