SLEMAN – Setelah memastikan diri ke Liga 1, PSS Sleman membentuk skuad U-16. Seleksi tertutup pun dilakukan untuk mengumpulkan pemain-pemain inti skuad muda Super Elang Jawa. Liga 1 U-16 rencananya akan bergulir mulai 16 April mendatang. Super Elja Muda tergabung di Grup A bersama PS Tira, Semen Padang, Perseru BLFC, PSIS Semarang, dan Persija Jakarta. Mantan asisten pelatih PSS Sleman Edi Broto dipercaya menukangi skuad U-16 ini.

Melalui rangkaian seleksi yang telah dilakukan, suad yang diproyeksikan untuk bermain di kompetisi usia dini sudah memiliki 25 pemain. Manajer Umum PSS Sleman Elite Pro Academy Johannes Sugianto mengatakan ke-25 pemain yang masuk penjaringan belum final. Setelah digelar latihan perdana, rencananya masih ada dua pemain yang yang dicoret. Jadi, akan ada 23 pemain yang disiapkan untuk menghadapi putaran Liga 1. “Sebanyak 105 pemain ikut seleksi tertutup di Stadion Tridadi,” kata Yohannes Senin (8/4).

Para peserta, tidak hanya talenta asal Sleman, atau DIJ saja, lantaran nama-nama dari Bandung, Magelang, Solo, Ngawi, hingga Banyumas pun turut mengadu nasib. Dari 105 tersebut awalnya dikerucutkan menjadi 47 pemain. “Atas pertimbangan keseimbangan latihan,” katanya. Yo sapaan akrab Yohanes berujar, skuad PSS U-16 saat ini tidak hanya didominasi talenta-talenta terbaik Sleman saja, tetapi merata dari wilayah DIJ, serta daerah lainnya. Benar saja, dua pemain asal Ternate yang ikut bergabung dalam proses seleksi pun dinyatakan lolos.

Kedua pemain tersebut, yakni Hairul Buamona dan Anggrianto Faisal. Mereka berasal dari akademi yang sama, Binter Football Academy (BFA), yang kini tengah menggelar training center di Malang, Jawa Timur. Penilaian tersebut, tak berdasarkan pemerataan daerah. Tetapi dilihat dari potensi yang ada dari pemain yang ikut dalam seleksi. “Kalau memang pemain itu punya potensi, ya kita ambil,” jelas pria yang juga menjabat sebagai Humas PT PSS ini.

Disinggung mengenai target PSS di Liga 1 U-16 2019 nanti, Yo memastikan, pasukannya akan bermain sungguh-sungguh. Keikutsertaan dalam ajang ini, tak sekadar untuk menggugurkan kewajiban sebagai kesebelasan kontestan kasta tertinggi.”Tapi sekaligus menunjukkan keberadaan PSS Sleman,” tegasnya. (bhn/din/mg4)