PURWOREJO – Novita, 22, mahasiswa sebuah universitas di Purworejo menjadi korban aksi penjambretan yang dilakukan dua orang penyandang tunawicara atau bisu. Pelakunya, Sup, 39, warga Kabupaten Magelang, dan DH, 36, warga Purworejo harus rela tinggal sementara waktu di tahanan Polsek Purworejo Kota.

Kapolsek Purworejo AKP Markotib mengungkapkan, aksi jahat yang dilakukan keduanya itu tampaknya sudah direncanakan. Keduanya mengamati korban sejauh satu kilometer sebelum melakukan aksinya. “Korban yang menggunakan sepeda angin menempatkan tas berisi uang, dompet, handphone di keranjang depan sepedanya,” kata Markotib Senin (8/4).

Melihat ada benda berharga dari mahasiswa itu, membuat kedua pelaku tergiur dan memastikan ada benda berharga yang bisa diuangkan. Benar saja dari dalam tas itu selain HP dan buku, juga ada uang cash Rp 900 ribu.
“Sebenarnya agak jauh juga dari lokasi pengamatan sampai lokasi kejadian di depan Kelurahan Baledono. Mereka membuntuti korban menggunakan sepeda motor,” tambah Kapolsek.

Korban sebenarnya berusaha melawan. Namun karena kalah tenaga, akhirnya korban terjatuh. Tersangka Sup kemudian mengambil tas dari dalam keranjang sepeda korban. Menangani pelaku kejahatan dengan keterbatasan, menjadi permasalahan baru bagi petugas. Akhirnya mereka mendatangkan pengasuh tunarungu wicara dari Panti Asuhan Muhammadiyah, Budi Raharini, untuk mengorek keterangan dari pelaku. “Dari laporan yang kami terima langsung kami tindaklanjuti dan berhasil menangkap pelakunya. Nah, saat pemeriksaan itu kami terpaksa mendatangkan tenaga penerjemah,” tandas Kapolsek.

Dari hasil pemeriksaan terungkap kedua pelaku telah tiga kali menjalankan aksinya. Sebelumnya mereka beraksi di Kutoarjo, Kledung, dan Baledono. Ditambahkan kedua pelaku sudah berkeluarga. “Satu orang berstatus sebagai tukang kunci, dan satunya pembuat batu bata. Soal motifnya karena masalah ekonomi,” katanya.

Dari perbuatan ini, pelaku dijerat Pasal 365 KUHP tentang Pencurian Disertai Kekerasan dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara.
Wartawan yang berusaha mendapatkan informasi tambahan melalui Budi Raharini, terungkap pelaku Sup memang sengaja bertindak jahat karena himpitan ekonomi. Dia sudah memiliki anak dan membutuhkan biaya, sementara pendapatannya masih belum cukup. (udi/laz/mg4)