BANTUL – Upaya Pemkab Bantul untuk menata kawasan pantai selatan tidak berjalan mulus. Kenyataannya, masih banyak pedagang atau pelaku usaha yang enggan direlokasi. Mereka memilih berjualan di tempat strategis, bukan di kios-kios yang telah disediakan.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Bantul Kwintarto Heru Prabowo mengatakan, penataan kawasan itu sudah disosialisasikan kepada masyarakat. Namun belum sepenuhnya mendapatkan persetujuan dari masyarakat, terutama pelaku usaha yang sudah memiliki warung strategis untuk berjualan. “Mereka khawatir jika pindah di lokasi baru, jumlah pembeli menurun,” ungkap Kwintarto, Minggu (7/4).

Hingga kini, pemkab masih memberikan kesempatan bagi para pedagang untuk berjualan hingga bisa balik modal. Kendati begitu, tutur Kwin, akan membatasi jumlah pedagang yang membuka warung ataupun berjualan di area itu. Area meliputi sepanjang pantai dari Pantai Endong hingga Pantai Depok. Namun yang sementara difokuskan penertiban hingga Pantai Parangkusumo.

Kwin membeberkan, ratusan pelaku usaha itu, di antaranya, pedagang degan, penyewa payung, bendi, warung, penyewa motor, kolam renang dan lain-lain. Ia menargetkan, usai Lebaran kawasan tersebut harus bersih.

Kawasan sepanjang Pantai Parangtritis memiliki wajah baru. ”Saya menargetkan 2019 penertiban kawasan final,” ucapnya. Kwin mengatakan, penertiban itu juga bertujuan untuk mencegah adanya penumpukan pengunjung di Pantai Parangtritis.

Pedagang makanan, Sukinah, 56, warga Mancingan, Parangtritis, mengapresiasi upaya Pemkab Bantul melakukan penataan kawasan itu. Dia mengatakan, pemkab harus menyediakan tempat ganti yang strategis. Bagaimana pengunjung dapat datang ke pantai secara merata.

Dia minta kawasan yang tidak terlalu jauh dari area parkir, sehingga pengunjung mudah menjangkau pedagang. “Kami menginginkan pedagang diutamakan penduduk Parangtritis. Jangan sampai penduduk sudah menaati aturan pemerintah, namun pemerintah kurang cekatan mengatasi pedagang asongan yang melanggar aturan. Berdagang dengan mobil dan kendaraan di badan jalan,” keluhnya. (cr6/laz/mg3)