JOGJA – Bedah buku Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY diharapkan menjadi sarana meningkatkan minat baca dan mendekatkan akses informasi bagi masyarakat. Selain itu, bisa mendorong tumbuhnya semangat menjadi wirausaha. Ini terjadi karena buku yang dibedah berisi tentang wawasan kewirausahaan.

“Bagi yang sudah punya embrio baru maupun angan-angan  menjadi  wirausaha bisa berkembang dan merealisasikannya menjadi wirausahawan sesungguhnya,” ujar Anggota Komisi D DPRD DIY Nurjanah di Balai Maspus, Terban, Gondokusuman, Yogyakarta, Senin (8/4). Bedah buku di Terban ini memasuki putaran ke-40. Adapun buku yang dibedah berjudul Menggeluti Dunia Wirausaha karya Daryanto.

Menurut Nurjanah, membangun bisnis itu membutuh waktu, kreativitas dan inovasi. Jika tidak, usaha tersebut akan ketinggalan zaman. Apalagi saat ini ada bisnis online yang menyasar ke seluruh penjuru dunia.

“Jangkauannya tidak hanya pasar lokal, tapi mengglobal,” tegasnya.

Nurjanah lantas menceritakan pengalamannya berwirausaha.  Dia berbagi kiat-kitanya. Seorang pengusaha harus dapat melihat peluang usaha. Juga harus dapat meningkatkan kreativitasnya agar produknya semakin berkembang.

“Bedah buku ini menjadi ajang bagi penulis kreatif mempromosikan karyanya kepada masyarakat,” ajaknya.

Listiyanto perwakilan dari penerbit Gava Media mengungkapkan, semakin banyak wirausaha yang tumbuh di masyarakat akan mengurangi pengangguran. Dengan tumbuhnya lapangan kerja dapat untuk membiayai penyelenggaraan negera ini lewat domestic bruto-nya, Jumlah pembayaran pajaknya juga meningkat.

“Buku ini diharapkan menjadi virus gairah berwirausaha. Di dalamnya dibahas  kelebihan atau keuntungan berwirausaha seperti penghasilan tidak terbatas. Waktu yang bebas, karir tanpa batas dan tidak dibatasi umur. Buku ini juga menjelaskan sejumlah hambatan wirausaha, modal, risiko, dan lainnya,” paparnya.

Tokoh masyarakat Kelurahan Terban Hadi Sutarmanto menambahkan, wirausaha bukanlah sebuah bakat. Tapi harus dipelajari bersama. Masyarakat sekitar Terban sudah banyak yang menjadi wirausaha. Namun jenis usahanya belum beragam dan inovatif. Dia berharap ke depan, masyarakat bisa membangun usaha yang lebih kreatif. “Menyesuaikan dengan tren masa kini,” pintanya. (ita/kus/mg1)