JOGJA – Setelah mendapatkan surat keputusan (SK) pengesahan dari PSSI, kepengurusan Asprov PSSI DIJ secara resmi terbentuk. Selanjutnya, kepengurusan baru diharuskan membuat program dalam memajukan sepak bola di Jogjakarta. Dalam susunan kepengurusan yang baru, ketua komite pemilihan Kongres Luar Biasa (KLB) Asprov PSSI DIJ, Armando Pribadi diangkat sebagai sekretaris. Selain itu sebanyak 17 komite tetap melengkapi kepengurusan Asprov PSSI untuk periode 2019-2023.

Ketum Asprov PSSI DIJ Ahmad Syauqi Soeratno menerangkan sesuai dengan statuta PSSI, anggota eksekutif komite (exco) juga memiliki jabatan di komite tetap. Maka tak heran, setiap anggota exco dibebani ketua dan wakil ketua pada bidang-bidang yang ada di komite tetap.

Rata-rata setiap anggota exco menjadi ketua di tiga bidang komite tetap. Seperti Sabthuari yang menjabat sebagai (ketua komite kompetisi, komite wasit dan komite pengembangan sepak bola usia muda), Afan Kurniawan (komite keuangan, komite teknis dan pengembangan, komite studi strategis).

Sementara Jarot Sri Kastawa mengetuai komite keamanan, komite media dan komite sepak bola. Sedangkan komite promosi dan marketing, komite hukum, komite medis ketuai, Jumantara. Sementara Muhammad Zulkham menjadi ketua di komite sepak bola wanita, komite futsal dab komite fair play dan tanggung jawab sosial. “Namun untuk komite disiplin dan banding harus orang berlatar belakang hukum, maka kami ambil dari luar exco,” jelas Syauqi di Monumen PSSI Jogja SeninĀ (8/4).

Untuk komite disiplin diketuai oleh Edi Haryanto dan wakilnya Banu Tjahyo Nugroho. Sedangkan komite banding diketuai Fanny Dian Sanjaya dan wakilnya Hanung. Untuk penetapan sekretaris, mantan CEO Badan Liga Amatir Indonesia (BLAI) ini menjelaskan awalnya ada tiga nama yang mencalonkan. Namun, satu nama menyatakan ketidak sediaanya karena kesibukan. “Hingga mengerucut satu nama Armando,” katanya.

Syauqi menegaskan pada kepengurusan periode ini, pihaknya tengah membangun budaya integritas di tubuh Asprov. Maka, mereka yang ditetapkan menjadi pengurus di komite tetap, wajib menyerahkan surat pernyataan kesanggupan menjadi pengurus Asprov. “Ini kerja serius yang berdampak sosial. Kami butuh integritas dari masing-masing calon,” kata Syauqi.

Anggota Exco Asprov PSSI Jarot Sri Kastawa menerangkan kepengurusan baru telah mendapatkan pengesahan dari PSSI pusat. Sejauh ini, Asprov PSSI telah bekerja sesuai dengan amanat kongres. “Ke depan kami akan fokus pada program-program pembiaan dan juga kompetisi yang sudah di depan mata seperti Porda dan Pra PON,” kata Jarot. (bhn/din/mg4)