Pensiun bukanlah akhir dari sebuah pengabdian. Seorang pensiunan di mata masyarakat masih akan tetap sama. Mereka adalah sosok yang sangat tahu akan segala hal dibandingkan masyarakat yang lain.

BUDI AGUNG, Purworejo

Pendapa rumah dinas Bupati Purworejo tampak lebih hidup dibandingkan hari-hari biasanya jika tak ada aktivitas Senin (8/4). Didominasi pakaian batik, tampak pasangan-pasangan yang tidak muda lagi dengan tertib antre mengisi buku tamu yang disediakan. Ya, mereka adalah mantan pegawai negeri sipil (PNS) yang baru saja menyelesaikan pengabdiannya bagi Pemkab Purworejo dari Januari-Maret 2019 ini. Secara khusus mereka datang memenuhi undangan Korpri Kabupaten Purworejo untuk mendapatkan tali asih yang nilainya tidak terlalu besar.

Beberapa ada yang tertawa lebar saat kembali bertemu dengan rekan kerja mereka, baik yang sudah purna maupun bertugas dalam kegiatan tersebut. Meski demikian, ada juga yang bermata sembab menahan tangis. Suasana begitu santai dengan penataan kursi dan meja yang tidak terlalu penuh. Jabatan dan golongan pun cair dan tidak berbatas. Mereka memiliki hak yang sama untuk duduk dan mendapatkan layanan yang baik.

Bupati Purworejo Agus Bastian pun langsung melemparkan pujian kepada pensiunan yang datang, saat mengawali sambutannya. Dia melihat semuanya masih terlihat segar, muda, ganteng, dan cantik. Tidak tampak kesan mereka adalah seorang yang baru saja mengakhiri dunia kerjanya. “Pensiunan tentu banyak waktu luang sehari-hari yang barangkali dapat dilakukan oleh bapak ibu dalam melaksanakan kegiatan,” ujar Bupati Bastian yang hadir didampingi istrinya, Fatimah Verena Prihastyari.

Sedikit menceritakan kisah perjalananya, bupati mengaku ia merupakan anak seorang PNS dan memiliki kebanggaan bisa menggunakan pakaian keki ataupun Korpri. Banyak orang mengidamkan menggunakan pakaian itu, namun hanya sedikit saja yang mendapatkan kesempatan tersebut. “Keki dan Korpri itu pakaian kerja kebanggaan saya. Dan saat menjadi bupati inilah saya bisa mengenakan pakaian itu, pakaian yang sama yang dikenakan ibu saya dulu,” tambahnya.

Bahkan Agus Bastian pun menyebut dirinya seorang pensiunan yang terakhir bertugas untuk negara di tahun 2014, seiring tidak lagi ia menjabat sebagai anggota DPR RI. Dari pensiunan itu, saban bulan mendapatkan uang Rp 3 juta.
Hanya uang itu jarang diambil dan dipergunakan untuk membelikan mainan sang cucu. Walaupun tidak banyak, hal itu harus disyukuri karena amat membantu saat dibutuhkan.

“Ya, selama ini untuk cucu saya. Kalau pergi bareng cucu, baru uang itu saya ambil lewat ATM. Hanya untuk menyenangkan cucu, membelikan mainan,” ungkapnya seraya tersenyum. Dari nomimal yang diterima itu, Agus menilai itu masih kalah besar dibandingkan pensiunan yang didapatkan para PNS. Apalagi jika mereka pasangan suami istri.

“Pesan saya, gunakan uang pensiunan yang ada itu untuk hal yang bernilai positif. Berapa pun hasilnya harus disyukuri. Saya yakin juga, walaupun bapak ibu sudah tidak PNS lagi, masih mendapatkan tempat di masyarakat,” kata Agus Bastian.

Ketua Korpri Kabupaten Purworejo Agus Budi Supriyanto mengungkapkan, ada 119 pensiunan yang dihadirkan di Pendapa Rumah Dinas Bupati. Mereka datang bersama pasangannya atau pun orang terdekat mereka.

“Ini menjadi yang kali pertama kami mengundang pensiunan dengan pasangannya. Sebenarnya kami ingin memberikan setiap orang itu Rp 5 juta, tapi kok yang satu nolnya hilang akhirnya baru bisa memberikan Rp 500 ribu per orang,” kelakar bupati saat di mimbar. (laz/mg4)