SLEMAN – Penyerang anyar PSS Sleman Yevhen Bokhashvili siap membuktikan kualitas yang dia miliki. Bahkan pemain asal Ukraina itu siap membuka kemungkinan untuk memperkuat PSS lebih lama lagi. Ya, Yevhen baru saja mendapatkan kepastian kontrak di PSS beberapa hari yang lalu.

Penyerang berusia 26 tahun itu memiliki kewajiban untuk membela Super Elang Jawa hingga Desember alias akhir musim nanti.”Sekarang semuanya kembali kepada saya dan tim. Saya harus bermain dengan sebaik mungkin. Setelah itu mungkin akan bicara soal penambahan kontrak,” kata Yehven saat ditemui di sela-sela latihan di Lapangan Paskhas TNI AU, Senin (8/4).

Yevhen juga berbicara mengenai pengalamannya untuk pertama kali bermain di Asia. Meski sempat mengalami kesulitan untuk beradaptasi, Yevhen mengaku saat ini situasinya sudah jauh lebih baik. “Saya suka di sini dan siap untuk menghadapi tantangan baru,” jelas Yevhen.

Kedatangan Yehven membuat PSS Sleman kini telah memiliki empat penyerang. Sebelumnya pasukan Seto Nurdiyantara sudah memiliki sosok seperti Rangga Muslim, Kushedya Hari Yudo, dan Rudi Widodo. Di tempat yang sama, pemain putra daerah Sleman, Wahyu Sukarta menyayangkan keputusan dipinjamkannya Hamdan Zamzani ke Sriwijaya FC pada musim ini. Hal tersebut membuat Wahyu menjadi satu-satunya pemain asali Sleman yang memperkuat Super Elja saat ini.

Meski demikian, Wahyu berharap ke depan akan ada lagi pemain-pemain asal Sleman lain yang bisa mengikuti jejaknya dan Zamzani. Keputusan cukup mengejutkan diambil manajemen PSS Sleman beberapa hari yang lalu dengan memimjamkan Hamdan Zamzani ke Sriwijaya FC. Bek yang masih berusia 21 tahun tersebut dinilai memiliki potensi yang cukup bagus untuk menjadi andalan PSS.

Namun, tak ada jaminan menit bermain secara reguler dari tim pelatih PSS membuat Zamzani rela dipinjamkan ke klub yang bermain di Liga 2, Sriwijaya FC. “Saya berharap bukan hanya saya sendiri yang bermain di PSS, putra-putra Sleman yang lain juga semoga bisa bersaing untuk masuk ke tim ini,” katanya.
Posisi Wahyu Sukarta sendiri sejatinya juga belum aman di PSS musim ini.

Banyaknya gelandang jempolan di skuat asuhan Seto Nurdiyantara saat ini seperti Nerius Alom, Suhandi, hingga Ricky Kambuaya membuat pemain berusia 24 tahun itu harus berjuang dengan keras untuk mendapatkan kesempatan bermain. Hal itupun diakui oleh Wahyu. Menurutnya, pelatih PSS Sleman Seto Nurdiyantara hanya menginstruksikan kepadanya untuk terus berlatih dengan keras. Soal dipilih atau tidak itu urusan pelatih. “Tapi target sebagai pemain tentu tidak akan mau jika hanya duduk di bangku cadangan saja,” tegasnya.

Dalam latihan yang dilakukan skuat PSS di Lapangan Paskhas tersebut, skuat PSS hanya didampingi oleh asisten pelatih Suwandi HS serta Danilo Fernando. Sang pelatih kepala Seto Nurdiyantara tidak bisa hadir lantaran harus menjalani lanjutan kurus kepelatihan Pro dari AFC. (cr12/din/mg4)