MAGELANG – Melibatkan TNI dan Polri serta para camat, Kantor Imigrasi Kelas II Wonosobo membentuk tim Pengawasan Orang Asing (Pora) Kabupaten dan Kecamatan se-Kabupaten Magelang. Pengukuhan dilakukan Kepala Divisi Keimigrasian Kanwil Kemenkum HAM Jateng Ramli HS, didampingi Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Wonosobo I Gusti Ketut Arief Rachman Hakim. Pemberian jaket warna biru bertuliskan Tim Pora menandai pengukuhan kemarin.

“Tim Pora tingkat kabupaten meliputi pemerintah daerah, Polres, Kodim, kejaksaan, BIN, BNN, dan Kemenag. Sedangkan Tim Pora Kecamatan se-Kabupaten Magelang meliputi 21 camat, 21 kapolsek, dan 21 Danramil,” kata Ketut Arif.

Pembentukan ini diharapkan dapat meningkatkan sinergitas di antara berbagai instansi pemerintah, terkait permasalahan orang asing. Terutama dalam hal pengawasan orang asing. Sinergitas ini akan tercapai jika masing-masing instansi aktif mengambil peran dalam kegiatan pengawasan orang asing yang disesuaikan dengan tugas dan fungsi pokok masing-masing instansi.

Usai kegiatan, Ramli mengaku pihaknya sudah mendeportasi 197 orang asing selama 2018. Kebanyakan warga negara Tiongkok dan Korea. Sedangkan pada 2019 hingga bulan Maret lalu telah mendeportasi 37 orang asing.

“Penyebabnya karena berlakunya izin tinggal sudah habis. Ada orang asing menyalahkan perizinan keimigrasian. Kami kasih tahu turis, dia bekerja. Ya jadi macam-macam,” jelasnya.

Jumlah orang asing yang dideportasi pada 2018 bertambah, karena ada sembilan orang lainnya yang pelanggaran izin tinggalnya diproses secara hukum. “Tahun 2018 ada yang kami pro justitia. Jumlahnya sembilan orang. Jadi total penegakan hukum orang asing di Jateng 2018 sebanyak 206 orang. Semuanya sudah kami keluarkan,” ujarnya.

Data hingga Maret 2019 juga bertambah. Karena ada tambahan data dari pelanggaran orang asing yang diproses secara pro justitia. (dem/laz/by)