JOGJA – Komunitas Jaya Music Malioboro Grup (JYMG), yang beranggotakan para musisi tuna netra di daerah Malioboro, sangat terbantu dengan kehadiran transportasi online GET Indonesia.

Ketua JYMG Yudi Widiono mengatakan GET Indonesia siap mengantar dan melayani kebutuhan apapun dari anggota komunitas tuna netra yang sudah terbentuk sejak empat tahun yang lalu ini.

“Dulu kami harus punya ojek langganan, sekarang dimudahkan oleh GET. Pergi kemana-mana dan kirim barang jadi lebih mudah, dan enaknya lagi kami bisa sekali order untuk pulang dan pergi,” jelasnya saat deklarasi penggunaan GET oleh komunitas tuna netra, di Dalem Arja Sentanan, Gambiran Selasa (9/4).

Direktur PT. GET Indonesia Persada Toni Purniawan menyadari jika tuna netra memiliki keterbatasan sehingga berinisiatif untuk memberikan kemudahan. “Komunitas JYMG sudah aktif menggunakan GET sejak dua bulan terakhir,” katanyan di sela deklarasi.

Turut hadir Manajer Operasional PT. GET Indonesia Persada Beni Sutoyo, Koordinator Agen GET Jogja Arya Ariyanto, kemudian agen GET Jogja lainnya yakni Arya Kamandanu, Monita, Iwan, Asti, dan Rangga.

Sebagai bentuk apresiasi GET mengadakan acara sosialisasi penggunaan aplikasi GET kepada seluruh anggota komunitas. Agar kemudahan menggunakan aplikasi GET dapat dinikmati oleh semua anggota.

“Mengapa memilih GET? karena menarik, semisal bisa berlangganan, bisa memilih driver sesuai gender, bisa memilih driver favorit, dan bisa menyetop driver di jalan dengan sistem barcode,” papar Toni.

Toni menegaskan, untuk memberikan layanan yang maksimal, GET disupport oleh tim IT yang mumpuni dan expert. Melalui aplikasi GET dan talkback tuna netra bisa order sendiri layanan GET.

“Aplikasi ini hanya bisa merespon sentuhan dengan dua jari dan mengkonversi tulisan menjadi suara yang memudahkan bagi tuna netra,” ungkapnya.

Toni menambahkan sampai dengan saat ini jumlah driver GET di Jogja ada 5.000 orang dari enam agen. “Kami menargetkan 10.000 driver,” paparnya. (obi/a11/pra/mg1)