GUNUNGKIDUL – Desa Songbanyu, Girisubo, Gunungkidul resmi dikukuhkan menjadi desa tangguh bencana (destana). Songbanyu merupakan desa ketiga di Gunungkidul yang tahun ini dikukuhkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY.

Sebelumnya, pengukuhan serupa lebih dulu dilaksanakan di Desa Jepitu dan Desa Karangawen. Baik Desa Songbanyu, Jepitu dan Desa Karangawen semua secara administrasi masuk wilayah Kecamatan Girisubo.

Pengukuhan Songbanyu sebagai destana diawali dengan gladi lapang menghadapi gempa dan tsunami. Sejumlah relawan yang tergabung di forum pengurangan risiko bencana (FPRB) dan warga dilibatkan dalam simulasi tersebut. Mereka antusias mengikuti setiap tahapan simulasi. Termasuk saat warga berperan sebagai korban. Beberapa relawan tampak serius memberikan pertolongan.

Dalam salah satu adegan ada ibu hamil yang mengalami luka. Bersama beberapa orang warga lain terlihat diturunkan dari mobil bak terbuka. Selanjutnya, mereka dibawa ke pos pengungsian terdekat.

EVAKUASI: Pertolongan diprioritaskan kepada ibu hamil dan lansia.

Adegan lain menunjukan tim medis memberikan pertolongan pertama kepada warga yang luka di kepala dan hidung. Ratusan warga lainnya tampak dikumpulkan di barak pengungsian.

“Simulasi ini merupakan wujud kepedulian dan perhatian pemerintah terhadap masyarakat yang tinggal di daerah potensi bencana,” ungkap Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD DIY Fauzan di sela gladi lapang pengukuhan Destana Songbanyu yang dipusatkan di Pelabuhan Sadeng, Girisubo, Gunungkidul, Selasa (9/4).

Fauzan mengatakan, BPBD DIY saban tahun sedikitnya mengukuhkan delapan destana. Pengukuhan tersebut merupakan bagian dari upaya penanggulangan bencana. Disadari, pencegahan dan penanggulangan bencana tidak semata-mata tugas pemerintah. “Tapi juga tanggung jawab masyarakat dan dunia usaha,” kata Fauzan.

Sejauh ini, lanjut dia, para pengusaha masih fokus saat penanganan bencana. Misalnya dengan berpartisipasi memberikan bantuan logistik. Namun dalam upaya pencegahan masih perlu dirangkul. “Saya percaya selama ini masyarakat sudah tanggap akan bencana. Tapi belum terorganisasi. Di sinilah fungsi pelatihan destana ini,” ujarnya.

Diakui, pelatihan destana dalam tahap awal ini masih bersifat dasar. Ke depan pelatihan akan berlanjut. Bahkan materi pelatihan disesuaikan dengan potensi bencana di setiap desa dan kelurahan se-DIY.

Camat Girisubo Agus Riyanto mengapresiasi pengukuhan Destana Songbanyu tersebut. Keberadaan destana di wilayahnya dinilai penting. Sebab, Girisubo termasuk salah satu kecamatan di Gunungkidul yang rawan bencana. Potensi bencana itu antara lain gempa, puting beliung dan tsunami. “Simulasi semacam itu dibutuhkan demi meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan warga menghadapi bencana,” kata Agus.

Dia juga mengucapkan terima kasih atas bantuan dan fasilitasi dari BPBD DIY. Pembentukan tiga destana di Kecamatan Girisubo dibiayai melalui APBD DIY TA 2019. “Ke depan destana-destana yang telah dibentuk harus bisa berkembang secara mandiri,” ungkap dia. (gun/kus/mg4)