SLEMAN – Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY bersama Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DIY kembali menggelar bedah buku. Kali ini di Balai Desa Sumberrahayu, Moyudan, Rabu  (10/4). Membedah buku Pertanian Modern Hidroponik Sistem NFT Skala Rumah Tangga.

Kepala DPAD DIY diwakili Staf Kasi Pengembangan Minat dan Budaya Baca, Mintardi menjelaskan, bedah buku sebagai sarana masyarakat memahami buku secara lebih detail. Membangun minat baca. Juga mengembangkan cara berpikir sistematis. Serta lebih memahami sudut pandang penulis.

Anggota Komisi D DPRD DIY, Muhammad Yazid mengaku, kegiatan tersebut memiliki dua tujuan. Mengajak masyarakat berliterasi dan sadar membaca.

Sehingga masyarakat tidak tertinggal informasi dan berita. Selain itu, keprihatinan akan persawahan di Sumberrahayu yang selalu gagal panen oleh hama tikus. Hal ini membuat selama dua tahun, masyarakat hanya mampu memanen hasil sawah dua sampai tiga kali panen.

Dengan bedah buku bertema pertanian, diharapkan generasi muda andil melakukan rekayasa pertanian. Dengan teknik hidroponik.

Hidroponik dipilih karena teknik yang sederhana dan tidak membutuhkan lahan luas. “Perlakuan tanaman yang tidak rumit. Bisa sebagai alternatif meningkatkan ekonomi,” jelas Yazid.

Pengrang buku, Nobertus Kaleka menuturkan, hidroponik adalah pardigma baru dalam pertanian. Hal ini karena cara penanaman yang tidak menggunakan tanah. Namun pemikiran masyarakat tentang bertani menggunakan tanah masih belum bisa dihilangkan.

Pengembangan hidroponik dilakukan masyarakat yang hobi bidang tersebut. Skala komersial juga telah dikembangkan. Terutama dalam memasok kebutuhan sayuran berkualitas.

Nobertus mengakatan, melalui hidroponik, setiap keluarga mampu menghasilkan sayur yang sehat di setiap pekarangan. “Dengan memanfaatkan pekarangan, setiap rumah mampu menghasilkan sayuran dan buah yang bersih, higenis, dan berkualitas,” jelas Nobertus. (*/cr7/iwa/fj/mg1)