JOGJA – Desain Komunikasi Visual (DKV) kian diminati anak muda. DKV adalah cabang ilmu desain yang mempelajari konsep komunikasi dengan memanfaatkan elemen visual maupun rupa untuk menyampaikan suatu pesan. Dunia industri kreatif yang semakin naik daun menjadikan jurusan DKV semakin dicari.

Salah satunya adalah program DKV Modern School of Design (MSD) Jogjakarta. MSD yang telah menjadi akademi (D3) sejak tahun 2000 ini memiliki konsep kurikulum dengan formula 4G yang mengasah keahlian (good skill), ide (good idea), sikap yang baik (good attitude) dan mengarahkan pada masa depan yang jelas (good prospect).

Selain itu, fasilitas yang memadai untuk mendukung mata kuliah teori dan praktik turut diberikan. Seperti laboratorium grafis, studio cetak saring, airbrush, foto, serta perpustakaan dengan beragam koleksi buku lokal dan impor.

Ketua Program Studi D3 DKV MSD Jogjakarta Andri Hervian Yunanto menjelaskan, di program DKV selain menyalurkan hobi dan bakat, mahasiswa akan dibekali keahlian praktik dan kemampuan konseptual sebagai seorang desainer. Selain itu, karya yang dihasilkan oleh mahasiswa harus memiliki manfaat bagi masyarakat dan memberikan solusi untuk berbagai jenis industri maupun perusahaan yang membutuhkan jasa desainer komunikasi visual.

“Misalnya perusahaan animasi, penerbit seperti komik, studio forografi, grafis, dan berbagai organisasi atau perusahaan yang memiliki divisi promosi atau media, karya mahasiswa MSD bisa bermanfaat bagi masyarakat,” jelas Andri kepada Radar Jogja, Rabu (10/4).

Lulusan DKV, tambah Andri, memiliki prospek kerja yang baik dengan berbekal profesi sebagai desainer grafis, ilustrator (komik, buku cerita, dan majalah), animator, dan fotografer. Saat ini DKV merupakan bidang ilmu yang diandalkan pemerintah dalam program pengembangan industri kreatif tingkat global.

Andri menambahkan, dalam masa studi kuliah yang ditempuh selama enam semester, mahasiswa akan dibekali praktik lapangan di berbagai perusahaan. Diambil saat semester enam, mahasiswa mendapat bekal dari mata kuliah terkait di semester lima.

Beberapa perusahaan terkait seperti percetakan, media, dan wirausaha industri kreatif turut digandeng MSD sebagai media untuk mahasiswa dalam belajar di lapangan. “Biasanya mahasiswa mengambil magang dibarengi dengan tugas akhir,”  ucap Andri.

Tidak lupa pembekalan berbagai gaya desain dan teknik juga diberikan kepada mahasiswa untuk dapat dikolaborasikan sesuai karakter setiap mahasiswa. Diharapkan mahasiswa maupun alumni akan menemukan jati diri dalam berkarya dan berani tampil di kancah dinamika industri kreatif. (cr7/laz/er)