SLEMAN – Ketua Front Pembela Islam (FPI) DIJ-Jateng, Bambang Teddy melapor ke Polsek Gamping, Selasa malam (9/4). Laporan terkait kericuhan di markas FPI Jalan Wates KM 8, Gamping, Sleman pada Minggu siang (7/4).

Dalam kericuhan tersebut mobil dan kaca rumah milik Bambang rusak. “Sudah buat laporan, Selasa malam,” kata kuasa hukum Bambang Tedy, Agung Wijaya Wardana (10/4).

Pelaporan itu, kata Agung, terkait perusakan terhadap dua mobil dan pecahnya kaca rumah Bambang. ‘’Kami menduga ada tindak pidana perusakan secara bersama-sama. Perusakan dilakukan simpatisan partai politik (parpol) tertentu,’’ kata Agung.

Akibat dari perusakan itu, lanjutnya, kaca depan jip pecah, kap mesin mobil sedan rusak, serta kaca rumah pecah dan bendera rusak. “Kemarin ada kampanye, kemungkinan dari sekelompok massa simpatisan,” sebutnya.
Agung menyertakan barang bukti rekaman CCTV dan rekaman ponsel.

Harapannya pelaku perusakan dapat diproses hukum. “(Pihak) yang dilaporkan nanti biar kepolisian yang menindaklanjuti,” katanya. Rekaman CCTV dan rekaman HP sudah diserahkan ke polisi. ‘’Kami juga siapkan sekitar empat orang saksi yang tahu kejadiannya,” kata Agung.

Ketua FPI Sragen, Mala Kunaefi turut mendampingi melapor. Dia berharap kasus ini tidak direkayasa untuk memecah belah. Dia meminta penegak hukum segera menindaklanjuti laporan tersebut.

“Harapan kami, masyarakat bisa percaya dengan hukum, tenang, terlindungi dari hal-hal yang tidak diinginkan,” ujar Mala.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Sleman AKP Anggaito Hadi P menegaskan, penyelidikan sesuai prosedur. Seperti kasus-kasus lainnya.
“Untuk kasus ini ditangani Polsek Gamping. Kami hanya memonitor,” kata Anggaito.

Kericuhan di Markas FPI terjadi saat massa kampanye melintas. Mereka akan menuju Kulonprogo menghadiri kampanye terbuka. Kericuhan terjadi sekitar 10 menit. (har/iwa/mg3)