SLEMAN – Bedah buku yang diselenggarakan Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY memasuki putaran ke-51. Buku berjudul Beternak Ayam Kampung Super dan Ayam Jawa Super Tanpa Bau karya Norbertus Kaleka dipilih DPAD DIJ untuk dikupas.

“Budaya baca itu menjadi syarat mendasar yang harus dimiliki setiap warga. Melalui kegiatan ini kami ingin tanamkan kebiasaan membaca pada masyarakat yang diharapkan bisa meningkatkan kualitas SDM,” ujar Kepala Seksi Pengembangan Minat dan Budaya Baca DPAD DIY, Aris Wiryanto.

Berlokasi di Balai Desa Sumbersari, Moyudan, Sleman, bedah buku membahas seluk-beluk menjadi peternak ayam kampung super dan ayam jawa super tanpa bau.

Penulis buku, Norbertus Kaleka memaparkan, peluang untuk mengembangkan usaha lewat ternak ayam kampung sangat besar. Banyak konsumen ayam kampung di luar DIY yang masih membutuhkan pasokan daging segar.

‘’Produktivitas ayam kampung di DIY tidak intensif. Dengan metode yang mudah tanpa modal besar selama dua bulan saja warga bisa memanen hasil ternaknya,” jelasnya.

Dengan hasil ternak tersebut menurut Norbertus kebutuhan daging ayam kampung masyarakat di DIY bisa dipenuhi. Terlebih daging ayam kampung lebih sehat untuk dikonsumsi.

Berbeda dengan ayam broiler, perlemakan pada daging ayam kampung sangat sedikit. Kadar lemak yang tinggi pada ayam broiler dapat menyebabkan obesitas dan masalah kesehatan lain.

Norbertus menjelaskan kiat untuk berternak ayam tanpa bau salah satunya dengan memberikan probiotik dan jamu unggas. Serta menambahkan parutan kunyit pada air minum ayam sebagai antibakteri.

“Dengan sanitasi, penambahan kapur peternak sehat dan ramah lingkungan bisa dikembangkan hanya di pekarangan rumah atau kebun belakang rumah,” ungkapnya.

Buku Norbertus ini berisi 12 bab pengetahuan tentang ayam kampung super seperti Mengenal ayam kampung, Sistem pemeliharaan ayam kampung, Ramuan herbal untuk ayam, Sepuluh alasan mengapa anda layak beternak ayam kampung super, dsb.

Sementara Anggota Komisi D DPRD DIY, Mohammad Yasid yang turut hadir dalam kegiatan tersebut menyampaikan kepada warga untuk memberikan contoh kepada generasi muda gemar membaca. Bisa dimulai dengan mengajak anak-anaknya di rumah membaca buku.

Menurutnya, minat baca di masyarakat ini harus dibangkitkan kembali sebagai kunci sukses generasi muda di masa depan. (*/ita/iwa/mg3)