JOGJA – Sebanyak 178 warga binaan Lapas Kelas IIA Wirogunan terancam tak bisa menggunakan hak pilih dalam Pemilu nanti. Karena nama-nama mereka belum terdaftar dalam daftar pemilih tetap maupun tambahan.

Kepala Lapas Kelas II A Wirogunan  Satriyo Waluyo mengakuinya. Upaya antisipasi telah dilakukan jauh-jauh hari. Mulai dari komunikasi vertical ke Kanwil Kemenkumham DIJ hingga Disdukcapil DIJ.

“Jumlah warga binaan kami saat ini ada 327, dari jumlah itu yang memiliki hak pilih baru 149 orang. Masih terus mengusahakan, setidaknya tiga hari kedepan kami kejar dengan rekam e-KTP,” jelasnya ditemui di Lapas Kelas IIA Wirogunan, Kamis (11/4).

Upaya perekaman bersama Disdukcapil ini untuk mendapatkan nomor induk kependudukan (NIK). Setidaknya mampu memenuhi syarat mendapatkan hak pilih.

Satriyo mengungkapkan mayoritas warga binaannya berasal dari luar Jogjakarta. Inilah yang menyebabkan susahnya pendataan NIK. Tidak sedikit pula yang memang belum memiliki e-KTP dan Kartu Keluarga.

“Tetap kami usahakan karena ini hak mereka sebagai warga negara. Apalagi dalam putusan pengadilan memang tidak ada penghilangan hak itu. Jadi tetap kami upayakan selama tiga hari kedepan,” katanya.

Terkait simulasi pencoblosan, dia menyambut baik. Dari total 149 pemilik hak pilih, 50 persen diantaranya merupakan pemilih pemula. Satriyo mengakui banyaknya item menjadi kendala. Terlebih ada lima surat suara dari DPRD Kota hingga surat suara Presiden dan Wakil Presiden. Seluruhnya memiliki warna yang berbeda. Termasuk cara mencoblos hingga meminta surat suara pengganti apabila rusak.

“Pemilu tahun ini lebih banyak item yang dihafalkan. Tentu bagi pemilih pemula adalah hal baru. Simulasi ini juga membantu petugas kami dalam pelaksanaan hari H besok,” ujarnya.

Petugas Divisi Sosialisasi PPK Pakualaman Ariyanto Subekti mengunkapkan simulasi merupakan agenda pengenalan. Sayangnya dalam simulasi kali ini belum sesuai dengan pelaksanaan asli. Kotak suara hanya ada dua dari yang seharusnya lima. Bilik suara hanya satu dari yang seharusnya empat bilik. (dwi/pra/mg1)