JOGJA – Dinas Kesehatan DIY  baru saja menggelar rapat kerja kesehatan daerah (Rakerkesda) 2019. Rapat kerja ini mengusung tema seputar kolaborasi antara pusat dan daerah dalam penguatan pelayanan kesehatan menuju cakupan kesehatan semesta atau universal health coverage  di DIY.

Wakil Gubernur DIY Paku Alam (PA)  X mengingatkan, mewujudkan cakupan kesehatan semesta dibutuhkan sinergi dan kolaborasi pusat dengan daerah. Tujuan demi penguatan pelayanan kesehatan agar semua orang dapat memiliki akses pelayanan kesehatan yang komprehensif dan bermutu.

“Tanpa terkendala finansial, baik upaya promotif, preventif, deteksi dini, pengobatan, rehabilitatif dan paliatif,” ujar PA X saat membuka Rakerkesda 2019 di Hotel Tentrem yang  berlangsung dua hari 8-9 April 2019.

Dikatakan, cakupan kesehatan semesta merupakan sebuah sistem kesehatan yang memastikan setiap warga memiliki akses pelayanan kesehatan bertumpu pada upaya promotif dan preventif. Termasuk pengendalian penyakit serta pelayanan kesehatan kuratif serta rehabilitatif dengan mengarusutamakan pelayanan kesehatan primer yang berkualitas.

Wagub berharap rakerkesda menghasilkan rencana aksi daerah sebagai tindak lanjut kesepakatan Rapat Kerja Kesehatan Nasional Tahun 2019. Yakni penurunan angka kematian ibu dan neonatal, pencegahan serta pengendalian penyakit tidak menular (PTM). Percepatan eliminasi tuberkulosis, penurunan prevalensi stunting serta peningkatan cakupan dan mutu imunisasi.

“Itu semua demi mewujudkan tujuan pembangunan berkelanjutan agar pada 2030 semua orang dapat menikmati hasil pembangunan berkelanjutan,” lanjut PA X.

Kepala Dinas Kesehatan DIY Pembajun Setyaningastutie menjelaskan, keluaran yang  dari rakerkesda ini adalah tersusunnya rancangan aksi daerah penanganan lima masalah prioritas 2019 sampai 2022.  Potensi penyebaran PTM seperti diabetes, kanker, asma, jantung, hipertensi, stroke dan skizofrenia menjadi sorotan di acara tersebut.

“Sedangkan  cakupan imunisasi di DIY mandapatkan apresiasi karena predikat terbaik di Indonesia,” jelas Pembajun.

Rakerkesda DIY 2019 itu  antara lain dihadiri  staf ahli bidang hukum Menteri Kesehatan RI, Ditjen Farmasi dan Alkes Kementerian Kesehatan RI dan Ditjen P2P Kementerian Kesehatan RI.

Juga direktur Penyakit Tidak Menular Kementerian Kesehatan RI, direktur Gizi, direktur kesehatan keluarga dan direktur Kesehatan Lingkungan Kementerian Kesehatan RI. Hadir pula  perwakilan kepala rumah sakit dan puskesmas se-DIY. (kus/by)