KULONPROGO – Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIJ bekerjasama dengan Komisi D DPRD DIJ kembali menggelar bedah buku di Balai Desa Ngestiharjo, Kecamatan Wates, Kamis (11/4). Buku yang dibedah berjudul ‘Rahasia Sukses Bisnis dan Budi Daya Lele Unggul’.

Kepala Seksi Pengembangan Minat dan Budaya Baca, DPAD DIJ, Mintardi mengatakan, bedah buku kali merupakan kegiatan yang ke-52 dari 60 bedah buku yang direncanakan. Buku yang dibedah merupakan buku yang dikehendaki pihak desa. Secara kebetulan warga Ngestiharjo banyak yang mengembangkan pembudidaya ikan.

“Diharapkan wawasan masyarakat terkait budidaya lele akan semakin baik, dan bisa mengembangkan usahanya secara lebih signifikan. Selain itu minat budaya baca mereka bisa lebih baik sesuai dengan tujuan utama kegiatan beda buku ini,” katanya.

Kepala Desa Ngestiharjo, Kecamatan Wates, Nurwidiyanto mengungkapkan, budi daya lele di Desa Ngestiharjo sudah berlangsung lama, bahkan pada desarian 10 tahun terakhir cukup banyak, namun kini jumlahnya semakin menurun.

Kepala Seksi Produksi Budidaya Ikan, Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kulonprogo Wakhid Purwosubiantara mengatakan, Kulonprogo menjadi kabupaten dengan produksi lele terbesar di DIJ. “Ikan jenis lele merupakan komoditas utama di Kulonprogo. DKP juga bertujuan mengembangkan dan menstabilkan produksi lele,” ucapnya.

Pemerntah sejauh ini, tambah dia, terus mencoba membuat kawasan sentra produksi, dengan istilah Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan). “Pemerintah memberi fasilitas banyak melalui pokdakan. Jangan terpisah, menjadi satu dikelola bersama,” jelasnya.

Wakil Direktur Penerbit Andi, Panuwun mengungkapkan, selain budi daya ikan lele, masyarakat bisa juga mengembangkan olahan lele dan semua bisa dibaca dalam buku tersebut. “Pascapanen bisa diolah dan itu pasarnya sangat besar, terlebih Jogja merupakan pusat kunjungan wisatawan, dan disini akan ada bandara,” ungkapnya. (tom/pra/mg1)