JOGJA  – Pilpres dan pileg 17 April tinggal empat hari lagi. Surat undangan memilih yakni formulir C6 mulai disebarkan. KPU DIJ bersama Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) pun secara resmi menyerahkan surat undangan memilih kepada Gubernur Hamengku Buwono X di kediamannya, Kraton Kilen, Keraton Jogja, Jumat (12/4).

Sebanyak 12 formulir C6 diberikan kepada HB  X dan keluarganya, yakni sang istri GKR Hemas dan dan anak-anaknya. Surat undangan memilih itu pun lantas ditandatangani. Nantinya HB X dan keluarganya akan memilih di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 16 Kelurahan Panembahan.

Dengan diserahkannya formulir C6 itu, KPU dan KPPS DIJ berharap HB X dan keluarga bisa menggunakan hak memilihnya dengan baik. Di sisi lain, HB X pun mengimbau kepada seluruh masyarakat DIJ untuk menggunakan hak suara dengan sebaiknya.

“Karena bagaimanapun untuk kepemimpinan, termasuk anggota dewan, DPD, DPR dan sebagainya, membawa keberlangsungan untuk pemerintahan,” kata HB X usai menerima formulir C6.

Dia juga berharap masyarakat bisa menyudahi segala bentuk gesekan terkait pelaksanaan pemilu kelak. Baginya, sikap-sikap kebencian itu seharusnya tidak timbul setiap lima tahun sekali menjelang pemilu.

Gubernur juga menegaskan, politik uang merupakan bentuk pelanggaran hukum. Menghindari hal itu diyakini akan tercipta pemilu yang aman, nyaman, rahasia, jujur, dan adil.

Di tempat sama, Ketua Bawaslu Kota Jogja Tri Agus Inharto mengatakan, keikutsertaan Bawaslu dalam penyerahan formulir C6 merupakan bentuk pengawasan. Sebagai raja sekaligus gubernur, penyerahan formulir C6 itu tak hanya menjadi simbol untuk menggunakan hak suara, tapi juga ajakan untuk masyarakat agar tidak golput.

“Karena potensi golput masih cukup tinggi di Jogjakarta, khususnya untuk mahasiswa,” kata Agus. Dikatakan, banyak mahasiswa yang terlambat mengurus A5, meski sudah mendekati hari pemilihan.

Sementara itu, Ketua KPU DIJ Hamdan Kurniawan mengatakan, kebutuhan logistik untuk pemilu sudah siap didistribusikan ke seluruh kabupaten-kota di DIJ. Menurutnya, Kabupaten Gunungkidul sudah mendistribusikan ke beberapa TPS. Selanjutnya segera disusul kabupaten lain.

“Seluruh surat suara yang dibutuhkan saat pemilu nanti sudah ada di gudang KPU Kota dan telah selesai dilakukan packing. Meskipun beberapa logistik pemilu sudah siap, pihaknya mengakui masih ada beberapa kekurangan surat suara yang akan didistribusikan ke masing-masing kabupaten. Hal ini karena adanya surat suara yang rusak saat dilakukan penyortiran.

Dari informasi yang diperoleh, tercatat  ada 27.282 surat suara yang rusak saat disortir KPU dari 13-14 juta surat suara. “Persentasenya sangat kecil. Itu tidak menganggu proses distribusi yang lain. Nanti kalau dapat kiriman dari KPU Pusat tinggal kami setting packing untuk terahhir,” katanya. (cr9/cr8/laz/by)