BANTUL – Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bantul Divisi Teknis, Joko Santosa mengatakan ada empat caleg dinyatakan tidak memenuhi syarat (TMS) dalam Pemilu 2019. Penyebabnya, mengundurkan diri dan meninggal dunia.

Ada dua caleg yang dinyatakan TMS karena meninggal dunia. Yakni Suranta, calon legislatif (caleg) dari Partai Golkar, dan Haryanto dari Partai Nasdem.
Dua caleg lainnya dinyatakan TMS karena mengundurkan diri dari partai politik (parpol). Keduanya dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI).

“Mereka (caleg TMS) berada di daerah pemilihan (dapil) satu, dengan nomor urut 1 dan 3. Keduanya mundur karena diterima sebagai PNS,” ujar Joko (12/4).
Agar keempat caleg tersebut tidak dipilih pada saat pemungutan suara 17 April 2019, pihaknya meminta petugas petugas pemungutan suara (PPS) memasang pengumuman. Ditempel di setiap tempat pemungutan suara (TPS).

Pengumumannya berupa surat serta penempelan foto para caleg yang dinyatakan TMS. Agar masyarakat tahu, dan tidak mencoblos para kandindat itu.

“Namun jika tetap dicoblos, tetap sah. Tapi menjadi suara partai,” ungkap Joko.
Menjelang pemungutan suara Rabu pekan depan (17/9), Komisioner Bidang Logistik KPU Bantul, Arif Widiyanto mengaku sudah siap. Distribusi kotak suara dan surat suara akan dilakukan mulai 14 April 2019, dan disiapkan di TPS pada 16 April 2019.

Distribusi akan dilakukan pagi hari agar penerimaan logistik bisa serentak. Sebab ada beberapa TPS yang cukup jauh dari gudang penyimpanan.
Arif mengatakan, KPU memerhatikan kendala cuaca. Dia meminta PPS di seluruh kecamatan bisa melakukan pengamanan terkait cuaca ini.

“Logistik pemilu akan disimpan dan menginap di tiap balai desa selama dua hari,” kata Joko. (cr5/iwa/by/mg2)