JOGJA – Persiapan skuad sepak bola DIJ untuk menghadapi Pra PON tampaknya akan menemui jalan berliku. Hal itu disebabkan persiapan dan pelaksanaan Pra PON kemungkinan akan berbenturan dengan persiapan dan pelaksanaan Pekan Olahraga Daerah (Porda) DIJ dan kompetisi Liga 3. Sejauh ini dua event menggunakan regulasi yang sama dengan penyelenggaraan Pra PON sepakbola. Yakni ketentuan menggunakan pemain U-23. Sehingga penggunaan pemain yang sama di tiga event tersebut sangat memungkinkan.

Ketua Umum Asosiasi Kota (Askot) PSSI M Irham mengatakan, untuk persiapan tim Pra PON diperlukan pembahasan bersama melalui organisasi sepak bola kabupaten lainnya. Mengingat, setiap organisasi memiliki kepentingan untuk mencapai yang terbaik di tiga kompetisi tersebut. “Harus dicari jalan keluarnya dengan duduk bersama,” kata Irham kemarin.

Untuk Askot PSSI Jogja, Irham menyebut, pemain-pemain Porda Kota Jogja sudah memiliki kesepahaman. Di mana setiap pemain boleh memperkuat tim mana saja. Termasuk tim Pra PON. Namun jika nanti dibutuhkan tim Porda Jogja, pemain yang bersangkutan harus kembali. Pasalnya, untuk pembentukan tim, seperti tim Porda memang memerlukan penyesuaian pemain. “Hanya saja jangan sampai latihannya berbarengan,” terangnya.

Maka dari itu, hal tersebut harus menjadi perhatian. Jangan sampai nanti latihan Porda dan Pra PON berbarengan. “Kami paham, memang kepentingan PON lebih tinggi dari Porda, tapi para pemain sudah bersama kami sejak awal,” jelasnya.

Sementara itu, Ketum Asprov PSSI DIJ Ahmad Syauqi Soeratno mengatakan, pihaknya memang telah memikirkan rencana pembentukan tim Pra PON DIJ. Namun karena belum ada kepastian mengenai kapan Pra PON akan dilaksanakan, maka pihaknya bersama anggota komite eksekutif (exco) akan coba mencari kepastian dulu mengenai jadwal Pra PON.

Terlebih, pada tahun ini pelaksanaan Pra PON kemungkinan juga akan berdekatan dengan pelaksanaan Porda DIJ bulan Oktober. Meski belum bisa memberikan banyak gambaran terkait rencana pembentukan tim Pra PON, Syauqi menegaskan pihaknya berkomitmen mencoba mengejar target bisa lolos dan tampil di PON mendatang. “Untuk itu, kami akan ajak semua Askab dan Askot untuk mencari jalan keluar. Saya yakin mereka memiliki pandangan terhadap persoalan ini,” terangnya. (bhn/laz/mg4)