PURWOREJO – Dua bulan sebelum memasuki masa mudik Lebaran 2019, jajaran Direktorat Jenderal Perkeretapian (DJKA) Kementrian Perhubungan bersama PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Opersional (Daop) 5 Purwokerto melakukan pemerikasaan. Hasilnya ditemukan adanya beberapa temuan gangguan.

“Dari hasil pemeriksaan yang ada ini, secara umum sudah memenuhi syarat. Memang ada beberapa temuan,” kata Manager Humas Daop 5 Purwokerto Supriyanto di sela melakukan peninjauan Jumat(12/4).

Temuan gangguan yang diketahui, diantaranya closed circuit television (CCTV) di atas kereta api yang terganggu serta gangguan penerangan. “Tapi langsung ditindaklanjuti oleh PT KAI Daop 5 Purwakerto,” tegasnya.

Jajaran petugas dari sumber daya manusia PT KAI Daop 5 Purwokerto beserta DJKA Kementrian Perhubungan sejak Senin hingga  Jumat(12/4), langsung turun ke lapangan melakukan pemeriksaan terhadap stasiun maupun kereta yang ada di wilayah Kerja Daop 5 Purwokerto.

“Stasiun yang kami periksa diantaranya stasiun Purwokerto, Kroya, Gombong, Kebumen dan Kutoarjo. Serta kereta yang berangkat maupun berakhir di Daop 5 Purwokerto, meliputi KA Kamandaka, KA Logawa, KA Sawunggalih, KA Kutojaya Utara, KA Wijayakusuma, KA Purwojaya,” jelas Supriyanto.

Mereka melakukan pemeriksaan mulai dari kesiapan stasiun hingga kereta api yang akan digunakan oleh masyarakat. Supriyanto mengungkapkan pengecekan yang dikenal dengan istilah rumpchek atau inspeksi kelengkapan standar pelayanan minimum (SPM) ini mengacu pada Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 48 tahun 2015 tentang standar pelayanan minimum untuk angkutan orang dengan KA. “Semua kami periksa, supaya memenuhi standar,” katanya.

Beberapa hal yang dilakukan pemeriksaan di stasiun diantaranya fasilitas keselamatan, kesehatan, keamanan,layanan penumpang serta informasi pelayanan. Sedangkan yang berada di atas kereta api meliputi fasilitas keselamatan seperti pemecah kaca, hingga fasilitas kesehatan. Juga papan informasi yang diperlukan seperti nomor handphone kondektur, info tempat duduk, kebersihan toilet dan juga fasilitas bagi difabel serta lainnya. “Kami periksa sejak awal supaya masih ada waktu jika diperlukan perbaikan,” tuturnya.

Supriyanto berharap adanya pengecekan khusus jelang Lebaran ini akan bisa menciptakan keamanan, kenyamanan, kesehatan yang baik di atas kereta api untuk penumpang. (udi/pra/mg3)