JOGJA – Kegelisahan sempat menyelimuti sembilan pemain muka lama PSIM Jogja. Pasalnya, di tangan pelatih baru Vladimir Vujovic, nasib mereka menjadi tak menentu. Apalagi, tersiar kabar ia telah menyiapkan tim dari klub yang dilatih sebelumnya, Bogor FC.

Namun kemarin kekhawatiran  ke-9 pemain tampaknya sirna. Vlado, panggilan Vladimir Vujovic, secara meyakinkan mengumumkan para pemain-pemain itu tetap bertahan di PSIM Jogja.

Ia mengatakan telah memantau permainan PSIM Jogja saat laga derby melawan PSS Sleman di Stadion Sultan Agung. Dia menyebut, nama-nama pemain yang dipertahankan memiliki kualitas yang cukup mumpuni.

“Ya, saya sudah melihat mereka berlatih hari ini. Mereka sangat baik. Saya tahu Fandy Edy dan Yoga Pratama mereka pemain bagus,”  kata Vlado di Monumen PSSI Jogja, Jumat (12/3).

Ke-9 muka lama yang dipertahankan adalah Ivan Febrianto, Fandy Edy, Edo Pratama, Risman Maidulah, Raymond Tauntu, Gilang Pratama, Hendrico, Supriyadi, dan Yoga Pratama. Sedangkan ke-6 rekrutan anyar semua berasal dari tim Bogor FC, yakni M. Agung Pribadi, Herry Susilo, Gusti Rustiawan, Reza Saputra, Rudiyana, serta eks kapten Laskar Mataram musim lalu, Hendika Arga Permana.

Gabungan dari muka lama PSIM Jogja dan skuad Bogor FC ini sudah berlatih bersama di Lapangan AAU. Nantinya Vlado akan mengekplorasi kemampuan anak asuhnya untuk bisa mencapai target ke Liga 1.

Dijelaskan, untuk mengarungi Liga 2 musim ini setidaknya dibutuhkan 26 pemain. Untuk itu, Vlado akan secara bertahap melakukan perekrutan pemain-pemain untuk masuk dalam skuad PSIM.

Direncanakan sebelum Liga 2 dimulai Juni mendatang, PSIM akan melakukan uji coba sesering mungkin. Di awal, tim Naga Jawa akan mencoba klub yang secara level berada di bawah. “Saya juga ingin berujicoba dengan tim Liga 1 agar bisa mengukur level kekuatan kita,”  jelasnya.

Sementara itu pemain anyar PSIM Raphael Maitimo menyatakan siap memberi kontribusi terbaik bagi klub barunya ini. Dia pun mengaku telah pulih dari cedera yang diderita sejak dua bulan lagu. “Saya sudah pulih dan mulai bertahap menjalani latihan,” katanya.

Pemain berdarah Belanda ini menyebut keputusan bermain di Liga 2 bukan suatu bencana dalam karirnya. Sebab, menurutnya, PSIM Jogja merupakan klub bersejarah dan memiliki nama besar di persepakbolaan Indonesia.

Belum lagi keberadaan suporter fanatik yang selalu hadir ke lapangan, menjadi keistimewaan tersendiri bagi Maitimo. Hal itulah yang menjadi faktor keberaniannya menolak pinangan klub Liga 1. “Sekarang saya mau bergembira. Bekerja dengan pelatih demi klub dan suporter. Tentunya untuk membawa ke Liga 1,” kata Maitimo. (bhn/laz/rg)