JOGJA – Pusat Studi Pancasila dan Bela Negara UIN Sunan Kalijaga memberikan seruan moral agar  seluruh pemilih menggunakan hak konstitusi. Sebab, suara rakyat menentukan arah bangsa ke depan.

Hal itu diungkapkan Rektor UIN Sunan Kalijaga Prof KH Yudian Wahyudi,  MA,  PhD yang  merespons kondisi terkini. Dia mengungkapkan, sikap kelembagaan dari Pusat Studi Pancasila dan Bela Negara UIN Sunan Kalijaga mengajak semua berkontribusi agar bisa terselenggara Pemilu berkualitas dan berintegritas. ”Itu tugas semua pihak,  baik negara dan masyarakat,” kata Yudian.

Ada delapan poin pernyataan yang disampaikan dalam upaya mendorong pemilu yang berkualitas. Secara khusus,  masyarakat diajak untuk memberikan kepercayaan kepada KPU,  Bawaslu dan lembaga  berkaitan penyelenggaraan pemilu. ”Gunakan hak suara sesuai konstitusi.  Adanya permasalahan teknis penyelenggaraan pemilu di luar negeri seyogyanya tidak mengurangi substansi dan legitimasi pemilu sesuai amanat konstitusi,” ujarnya.

Wakil Ketua Pusat Studi Pancasila dan Bela Negara UIN Sunan Kalijaga Dr Abdur Rozaki SAg, MSi menambahkan di dalam masa tenang ini,  masyarakat Indonesia bisa merenung dan berpikir secara mendalam agar memilih pemimpin yang kuat, tidak mudah percaya hadapi hoax dan tolak politik uang.

”Berikan kepercayaan kepada penyelenggaraan pemilu. Ajak masyarakat awasi proses pemilu,” kata Abdur Rozaki.

Selain itu kepada kontestan pemilu agar menghindari penggunaan politik uang dan bersama tangkal isu yang memecah belah keutuhan bangsa. Kontestan pemilu harus bersikap sportif dan siap menerima hasil pemilu pilihan rakyat.  ”Kami imbau agar penyelenggara pemilu agar bertindak adil, transparan, akuntabel, beintegritas dan bertanggung jawab,” katanya. (kus/ila)