SLEMAN – Harga bawang merah dan bawang putih di Sleman menunjukkan tren kenaikan. Tidak Saat ini, harga bawang merah menyentuh harga Rp 43 ribu per kilogram.

Salah seorang pedagang di Pasar Denggung, Partinah, 50, mengatakan, kenaikan harga sudah berlangsung setengah bulan. Pada Maret, harga bawang merah di angka Rp 25 ribu-Rp 30 ribu per kilogram.

“Memang ini harganya akan terus naik,” kata Partinah (12/4).
Dia menduga, kenaikan harga bawang merah ini karena faktor cuaca. Dimana hujan masih sering turun. Akibatnya bawang merah busuk. “Hasil panen juga sedikit, tapi yang nyari banyak,” katanya.

Bukan hanya bawang merah, bawang putih juga mengalami kenaikan harga. Untuk bawang putih kating, harganya Rp 47 ribu per kilogram. Sebulan sebelumnya, harga per kilogramnya Rp 20 ribu.

“Memang sulit suplainya. Karena tergantung cuaca dan izin. Kalau bawang putih ini impor,” ungkapnya.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sleman, Tri Endah Yitnani menjelaskan, kenaikan harga bawang merah stabil pada angka tinggi.
Artinya, kenaikan harga bawang merah sedikit demi sedikit, tapi konstan pada harga tinggi. “Saya prediksi kenaikan karena menjelang puasa (Ramadan), hari raya (Idul Fitri), dan panen gagal karena hujan,” kata Endah.

Stok bawang merah di Sleman, kata Endah, juga hampir habis. Sementara permintaan pasar masih tinggi. “Jadi wajar kalau harga naik,” ungkapnya.
Sementara pada komoditi bawang putih, peningkatan harga sampai Rp 48 ribu. Tapi kenaikannya tidak seperti bawang merah. “Kalau bawang putih fluktuatif harganya,” kata Endah.

Dengan kondisi tersebut, lanjut Endah, pihaknya memprediksi masih akan ada kenaikan harga hingga 10 persen. “Setelah lebaran baru turun. Fenomena yang sama seperti tahun lalu,” ungkap Endah.

Selama ini, Sleman memasok bawang dari Wonosobo, Muntilan, Boyolali, dan Jawa Timur. Produksi bawang Sleman hanya 5-7 persen. “Memang petani di Sleman tidak fokus di budidaya itu (bawang),” jelasnya.

Kabid Holtikultura dan Perkebunan, Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan (DP3) Sleman Edi Sri Harmanto mengatakan, petani Sleman belum familiar menanam bawang. Pada 2018 sudah diajari menanam bawang. “Luas lahannya 20 hektare,” kata Edi.

Saat ini petani belum mulai menanam bawang. Baru akan menanam pada Mei ketika curah hujan minim. “Karena kalau hujan, rawan menanam bawang,” ungkapnya.

Pada 2019, pihaknya menargetkan luas lahan tanam bawang seluas 20 hektare. Dengan target per hektare bisa panen 12 ton.

“Budidayanya di Godean dan Kalasan,” kata Edi. (har/iwa/mg3)