KULONPROGO – Empat penerbangan internasional di Adisutjipto akan dipindahkan ke Yogyakarta International Airport (YIA) akhir April. Dua di antaranya, Air Asia dan Silk Air.

“Empat penerbangan internasional akan bergeser bersamaan pemindahan layanan bea cukai, imigrasi, dan karantina (CIQ). Prosesi pemindahan pada 26 April 2019,” kata Agus.

Guna menunjang operasionalisasi YIA, rangkaian kereta api (KA) menuju YIA akan dioperasikan. PT Kereta Api Indonesia (KAI) sudah menyiapkan skenario mengangkut penumpang.

“Penumpang dari Stasiun Tugu, Lempuyangan, dan Maguwo akan diangkut sampai Stasiun Wojo di Purworejo. Lalu lintas KA disesuaikan jadwal penerbangan,” kata Juru Bicara Pembangunan YIA, Agus Pandu Purnama (14/4).

PT KAI akan menyiapkan jadwal pemberhentian di Stasiun Wojo untuk perjalanan kereta dari luar Jogja. Dari Stasiun Wojo, penumpang diangkut menuju bandara dengan bus Damri.

“Ada lima bus yang akan dioperasikan. Jarak dari Wojo ke bandara sekitar 5,1 kilometer. Waktu tempuh sekitar 10 menit. Frekuensi shuttle bus hilir mudik setiap 20 menit,” ujar Agus Pandu.

Sedangkan armada yang akan digunakan untuk mengangkut penumpang dari Kota Jogja sebanyak 12 unit bus Damri, 15 unit bus Shuttle-Ku, dan 20 unit taksi. “Armada tersebut dikerahkan untuk mengangkut penumpang menuju bandara dari beberapa lokasi di Kota Jogja,” kata Agus.

Terkait persiapan peresmian operasi penerbangan, sudah hampir selesai. Pengecatan marka runway sepanjang 3.250 meter, taxiway, dan apron sudah dilakukan sejak Kamis (11/4).

“Area terminal, secara fasilitas, sudah hampir rampung. Instalasi listrik dan air bersih sudah terpasang. Mitra penyewa gerai komersil (tenant) untuk operasi sudah sekitar 60 persen. Sedang digelar kick off meeting. Spot UMKM sudah jadi,” ujar Agus.

Project Manager Pembangunan NYIA, Taochid Purnama Hadi mengatakan, begitu YIA diresmikan, dilakukan landing test (uji coba pendaratan). Dilakukan pendaratan oleh TNI, Garuda Indonesia, atau Lion Air.

“Yang jelas, pesawatnya jenis narrow body,” ujar Taochid.

Dikatakan, YIA didukung akses satu jalan mendatar sepanjang 1,5 kilometer dari jalan nasional Jogjakarta-Purworejo. Jembatan layang yang sedianya jadi jalur utama menuju terminal, belum akan digunakan. Karena masih proses pembangunan. (tom/iwa/mg3)