PURWOREJO – Bangunan tiga lantai yang dimiliki Universitas Muhammadiyah Purworejo (UMP) resmi digunakan, Sabtu (13/4). Peresmiannya dilakukan langsung Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir ditandai dengan pemotongan pita dan penandatangan prasasti di Jalan Pahlawan Km 3, Kelurahan Sucenjurutengah, Bayan. Kampus baru ini memiliki 20 ruang kuliah dan satu ruang seminar.

Rencananya, beberapa program studi (prodi) yang selama ini perkuliahannya dilakukan di kampus utama Jalan KH Dahlan, akan dipindahkan ke tempat baru itu. “Tetap digunakan untuk perkuliahan. Tapi mana saja yang dipindah, masih akan kami tentukan pasca peresmian ini,” kata Rektor UMPSupriyono.

Menurutnya, Kampus 3 UMP memiliki letak strategis karena berada di jalur utama Purworejo-Magelang. Adanya aktivitas kampus 3 nantinya diharapkan juga dapat turut mengembangkan perekonomian di sekitar wilayah Kecamatan Bayan.

Haedar Nashir saat memberikan pengarahannya mengapresiasi langkah pengembangan UMP dengan adanya dukungan warga pemberi wakaf. Namun pihaknya mewanti-wanti agar adanya gedung kampus tidak membuat UMP berbangga diri atau semakin leluasa untuk beraktivitas, tetapi tidak memberi nilai lebih.

“Jangan sampai malah jadi fitnah. Setelah kampus baru, nilai-nilai perjuangan yang selama ini kokoh lalu berubah setelah banyak fasilitas,” tandasnya.
Pihaknya lalu menegaskan hal-hal yang perlu menjadi pegangan di balik kemajuan UMP. Satu di antaranya nilai-nilai Islam yang menjadi pondasi gerakan Muhammadiyah.

Menurutnya, Muhammadiyah merupakan gerakan Islam sehingga Islam dapat menjadi nilai hidup masyarakat dan membawa pada kemanfaataan untuk setiap manusia. Tidak terbatas pada perbedaan agama atau bahkan politik, Islam hadir menjadi rahmat bagi semesta.

“Di kawasan-kawasan terjauh di mana muslim masih minoritas, seperti di NTT itu hanya sekitar 9 persen muslim, tapi Muhammadiyah membangun kampus. Bahkan kami punya tiga kampus di NTT. UM Kupang itu cukup besar, mahasiswanya hampir 8 ribu dan 80 persen mahasiswanya nonmuslim atau Kristen,” tambah Haedar.

Bangunan tiga lantai itu sendiri berdiri di atas lahan 3.600 meter persegi. Lahan 1.200 meter persegi di antaranya merupakan tanah wakaf dari H Wagiyo Ma’ruf. Proses pembangunan Kampus 3 dilakukan secara swakelola dan hingga tahap peresmian, dana yang telah digunakan mencapai Rp 9 miliar. (udi/laz/mg4)