SLEMAN – Sebanyak 130 tahanan di Polda dan Polres se-DIJ dipastikan bisa menggunakan hak pilihnya saat pemilihan umum (Pemilu) 2019. Sedangkan jumlah total tahanan di Polda dan Polres se-DIJ sebanyak 213 orang.

Kabid Humas Polda DIJ, AKBP Yuliyanto menjelaskan, para tahanan itu akan melakukan pemilihan di lingkungan rumah tahanan (rutan). Agar para tahanan tidak kabur.

“Petugas TPS terdekat akan mendatangi rutan. Misalnya di Polresta Jogja, nanti petugas TPS (Tempat Pemungutan Suara) Ngupasan yang datang,” kata Yuliyanto usai Apel Serpas PAM Pemilu 2019 di Mapolda DIJ (15/4).

Pihaknya telah berkoordinasi dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU). Untuk pelaksanaannya akan dilakukan pada jam tertentu.

“Untuk waktunya masih belum, saya masih belum bisa memastikan,” katanya.
Dikatakan, ada delapan TPS dengan kategori sangat rawan di Kota Jogja. Sebanyak 94 TPS kategori rawan tersebar di Sleman. “Juga ada 6 TPS khusus, dan 11.672 TPS kategori kurang rawan,” kata Kapolda DIJ, Irjen Pol Ahmad Dofiri.

Dofiri menjelaskan potensi kerawanan berdasarkan sejumlah faktor. Di antaranya basis antarpendukung yang sama-sama kuat. Hal itu dibuktikan dengan sebelumnya sempat ada gesekan di wilayah tersebut.

Kerawanan di TPS juga bisa terjadi. Sebab dimungkinkan ada orang yang menghalang-halangi ataupun mengganggu. “Termasuk juga money politics. Dan lebih penting adalah gangguan kamtibmas, juga aksi teror,” terangnya.
Adanya quick count juga diantisipasi. Karena berpotensi mengundang kerawanan.

Polda DIJ menerjunkan 6.688 personel untuk mengamankan pemungutan suara hingga perhitungan suara. Pola pengamanan sesuai kondisi lapangan.
Dua personel polisi akan melakukan pengamanan di TPS sangat rawan.

Sedangkan untuk TPS kategori lain, dua personel secara mobile mengamankan 6 TPS terdekat dengan didukung anggota patroli.

“Kami dibantu 1.600 personel TNI, Linmas 30.203 orang. Semua sudah siap, hari ini (kemarin) kami lakukan pergeseran pasukan untuk back up polres-polsek,” ujar Dofiri. (har/iwa/by)