KULONPROGO – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mesuji, Provinsi Lampung datang ke Pemkab Kulonprogo, Senin (15/4). Mereka melakukan studi terkait cara menggerakkan masyarakat untuk bergotong-royong.

Termasuk menggerakkan organisasi perangkat daerah (OPD) dan menarik bantuan dari luar untuk mendukung kegiatan OPD. Mereka melakukan studi banding tentang pendidikan karakter.

Rombongan tersebut tergabung dalam Diklatpim Tingkat IV Angkatan 8 Kabupaten Mesuji Propinsi Lampung. Berjumlah 40 orang. Dipimpin Asisten Bidang Administrasi Umum Kabupaten Mesuji, Nawawi Matni. Mereka diterima Bupati Kulonprogo, Hasto Wardoyo.

Nawawi mengatakan, Pemkab Mesuji ingin mengetahui program Pemkab Kulonprogo. Karena dinilai berhasil dalam bidang kesehatan, pertanian, infrastruktur, dan layanan publik.

“Kami juga ingin tahu melalui benchmarking yang akan dilaksanakan di Dinas Pertanian dan Pangan, Dinas Kesehatan, Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Kawasan Permukiman, Dinas Koperasi dan UMKM,” kata Nawawi.

Mesuji perlu mengoptimalkan potensi yang ada di daerah. “Pengembangan aparatur sipil negara (ASN) menjadi kunci mewujudkan pemerintahan yang baik. Memberikan pelayanan optimal kepada masyarakat,” ujar Nawawi.

Hasto mengatakan, Kulonprogo menerapkan new public management. Pemerintah menjalankan fungsinya dengan efektif dan efisien. Melibatkan pihak lain, termasuk swasta.

Sedangkan new public service harus memegang teguh keadilan. “Harus bisa men-deliver program dan akses yang sama,” kata Hasto.

Mengubah sistem, kata Hasto, butuh energi dan waktu. Sedangkan mengubah sumber daya manusia lebih mudah. (tom/iwa/by)