JOGJA – Pemkot Jogja akan melanjutkan revitalisasi pedestrian kawasan Kotabaru dengan mengedepankan konsep garden city. Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Pemukiman (DPUPKP) Kota Jogja Agus Tri Haryono mengatakan, penataan pedestrian tidak akan langsung dilakukan di seluruh ruas Jalan Sudirman, tetapi akan dilakukan secara bertahap.

“Penataan dilakukan dari simpang empat Gramedia hingga simpang tiga Gondolayu, baik untuk pedestrian di sisi selatan ataupun utara jalan. Total panjang pedestrian yang akan direvitalisasi mencapai 1,2 kilometer,” katanya.

Dengan konsep garden city, pohon-pohon rindang berukuran besar yang sudah lama tumbuh di jalur pedestrian, akan tetap dipertahankan. Namun trotoar juga akan dilebarkan dari 2,5 meter menjadi sekitar 4,8 meter.

Dengan pedestrian yang cukup lebar, pejalan kaki akan semakin nyaman. Ditambah layanan yang cukup seperti guiding block untuk penyandang tunanetra dan low vision.

Selain itu untuk memanjakan pejalan kaki, akan ada penambahan fasilitas pendukung seperti kursi lingkar dan ampu lampu taman yang dilengkapi fasilitas iklan untuk event kota. “Jadi ada lampu taman, tapi dikolaborasikan dengan fasilitas iklan untuk event kota. Atau kegiatan yang akan berlangsung di Jogja,” tambahnya.

Dengan demikian ruang Jalan Sudirman bisa menjadi ajang promo bagi event kota dan budaya. Ini untuk menguatkan karakteristik kawasan Sudirman sebagai kawasan inti Kota Jogja. Inti kawasan Kota Jogja itu tidak di Malioboro, tetapi kami alihkan di Jalan Sudirman,” papar Agus.

Dikatakan, guiding block yang digunakan untuk revitalisasi pedestrian Jalan sudirman tidak lagi menggunakan pelat besi atau baja seperti di Jalan Suroto atau Malioboro. Namun menggunakan granit yang dibuat khusus.

Sedangkan untuk lantai pedestrian menggunakan bahan traso yang dipastikan tidak akan licin saat hujan, tetapi akan terlihat mengkilat jika terkena matahari.

Pedestrian juga akan dilengkapi bollard yang menyala, sehingga tidak ada kendaraan bermotor yang masuk ke trotoar. “Kemudian di pedestrian ini juga terdapat bola-bola menyala yang menghalangi pengendara motor untuk masuk ke jalur pejalan kaki,” ungkapnya.

Untuk lelang proyek ini sendiri telah dilakukan. “Lelang untuk pekerjaan sudah kami masukkan ke unit layanan pengaduan (ULP) Kota Jogja. Mudah-mudahan bisa segera ditayangkan dan mendapatkan pemenang,” tambahnya.

Dengan demikian pekerjaan revitalisasi pedestrian Jalan Sudirman, kemungkinan baru bisa dikerjakan usai Lebaran. “Kesulitan maupun kendala dalam proses revitalisasi pedestrian di Jalan Sudirman ini diperkirakan lebih kecil dibanding kendala yang dihadapi semasa proses revitalisasi pedestrian Jalan Suroto,” tambahnya.

Harapannya dengan adanya pedestrian Jalan Sudirman mampu membuat Jogja semakin ramah dan berhati nyaman. Ramah untuk pendatangnya, dan nyaman untuk penghuninya. (cr8/laz/mg1)