KULONPROGO – SMPN 1 Temon melatih siswa jujur dengan membuat kantin kejujuran, Senin (15/4). Siswa mencatat, membayar, dan mengambil sendiri uang kembalian sesuai transaksi di kantin.

“Ini salah satu aplikasi pendidikan karakter. Melalui kantin kejujuran mereka kami latih untuk jujur,” kata Kepala SMPN 1 Temon, Sukaryana, saat peresmian Kantin Kejujuran Kusuma, Senin (15/4).

Menurut Sukaryana, kejujuran harus dilakukan sejak dini. Setiap anak harus berani mengakui apa yang dilakukannya. “Yang kami sediakan di kantin, kebutuhan sekolah dan jajanan siswa,” ujar Sukaryana.

Kantin tersebut diinisiasi Kejaksaan Negeri (Kejari) Kulonprogo. Didukung Forum CSR Kulonprogo. Peresmian dilakukan staf ahli bupati Kulonprogo, Lestaryono.

Acara dihadiri Ketua Forum CSR, Dirut DPAM Kulonprogo Jumantoro, Dirut PD Bank Pasar Joko Purnomo, Kasi Intel Kejari Kulonprogo Yogi Andiawan Sagita, dan Kasi Pidsus Noviana Permanasari.

“Kami mengapresiasi kantin kejujuran ini. Ini merupakan kantin kejujuran keempat yang dibangun. Sebelumnya di SMPN 1 Wates, SMPN 1 Sentolo dan SMPN 1 Galur. Langkah awal pencegahan korupsi,” kata Lestaryono.

Ketua Forum CSR Jumantoro mengatakan, para siswa tidak hanya belajar di sekolah. Namun juga membetuk karakter dan kepribadian jujur. Hal ini harus dilakukan sejak dini di bangku SMP. Ketika mereka besar, terbiasa jujur.

Noviana mengatakan, melawan korupsi harus dikenalkan sejak dini, kepada anak sejak jecil. Salah satunya dengan membentuk mental dan jiwa yang senantiasa jujur.

“Kami akan terus melakukan pengembangan kantin kejujuran di sekolah lain. Targetnya tahun ini, akan ada dua sekolah lain, nanti kami lombakan,” ungkapnya. (tom/iwa/by)