BANTUL– Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul memastikan kebutuhan logistik setiap Panitia Pemungutan Suara (PPS) dan Kelompok Penyelanggara Pemungutan Suara (KPPS) terpenuhi. Wakil Bupati Bantul Abdul Halim Muslih melakukan monitoring ke sejumlah PPS dan KPPS di Kecamatan Piyungan dan Banguntapan, Senin (15/4).

Wabup mengecek langsung kotak suara dan perlengkapan logistik lainnya. Dia menyebut dalam pantauan kali ini, logistik aman. “Belum ditemukan laporan mengkhawatirkan,” ungkap Halim usai monitoring PPS Srimulyo, Pitungan Senin (15/4).

Dia mengatakan, monitoring penting dilakukan. Hari ini dan besok, seluruh logistik harus tersedia di TPS jangan sampai ada kekurangan. Agar pelaksanaan pemilu aman dan tertib. Dia berharap tidak ada peristiwa-peristiwa yang mendelegimitasi pemilu di Kabupaten Bantul. “Saya yakin pemilu tertib,” ungkapnya.

Halim juga mengajak masyarakat Bantul agar memerangi politik uang. Sebab politik uang menjadi musuh yang berbahaya bagi pelaksanaan demokrasi yang baik. Dia mengimbau kepada warga agar tidak terpengaruh dengan iming-iming atau imbalan janji yang bersifat remeh. ”Lihatlah calon atau kandidat yang diyakini mampu mengemban amanah dengan baik,” imbaunya.

Halim juga mengajak masyarakat Bantul turut berpartisipasi menggunakan hak pilihnya. Menurutnya, pemilu adalah kelanjutan perjuangan pahlawan pendahulu. Pemilu dilakukan agar bangsa Indonesia ini terus bisa membangun. Melalui pesta demokrasi menghasilkan pemimpin-pemimpin dan wakil rakyat yang akan melanjutkan pembangunan dan estavet pemerintahan berikutnya.

”Eman-eman. Karena ini adalah hajatan kita semua sebagai bangsa,” ungkapnya. Dia memperkirakan jumlah warga menggunakan hak pilih lebih besar dari tahun sebelumnya. Yakni lebih dari 81 Persen. Ketua PPS Srimulyo, Piyungan Anur Hidayanto mengatakan, distribusi logistik dipastikan selesai kemarin. Sehingga tinggal melakukan displai ke sejumlah TPS. Dia turut melakukan pantauan agar Pemilu KPPS turut menjaga kualitas pemilu.

Tujuannya agar Pemilu berjalan tertib dan aman. ”Kelima surat suara sudah diterima. Bilik hari ini juga dikirim. Ada 56 TPS. DpT-nya sekitar 13 ribuan,” jelasnya. Dia mengaku meski pemilu tinggal sehari, hingga kemarin ditemukan tiga persen DPT yang dicoret. Lantaran meninggal dunia, masuk ASN, dan memiliki KTP ganda. (cr6/din/mg4)