SLEMAN – Pasca-rapat pleno Daftar Pemilih Tambahan (DPTb) pada 11 April 2019, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sleman mencatat penambahan DPTb yang masuk ke Sleman sebanyak 25.598. Meningkat dari data DPTb 2 April 2019 yang sebanyak 23.225 DPTb.

Penambahan itu berpengaruh pada jumlah surat suara yang dibutuhkan per kecamatan. Sehingga KPU Sleman menyiapkan skema agar bisa mengakomodir pertisipasi masyarakat dalam Pemilihan Umum (Pemilu).

“Kecamatan Depok, Mlati, Ngaglik, dan Gamping. Itu yang menjadi fokus pengawasan kami. Khususnya terkait DPTb,” kata Ketua KPU Sleman, Trapsi Haryadi, Senin (15/4).

KPU telah membuat analisis terkait jumlah DPTb di empat kecamatan tersebut. Hasilnya memang banyak penambahan pemilih. “Di Depok saja saat ini ada 11.742 dan 404 TPS,” ujarnya.

Namun, jumlah surat suara yang didapatkan masing-masing tempat pemungutan suara (TPS) hanya sejumlah DPT plus dua persen. Kemungkinan dengan padatnya DPTb di salah satu TPS membuat jumlah surat suara kurang.

Pihaknya mencoba untuk membagi rata. Caranya dengan menggeser DPTb ke kecamatan lain yang masih memungkinkan.

“Seperti Depok, itu kan padat. Mungkin nanti para pemilih akan digeser ke TPS Cangkringan atau Pakem yang tidak terlalu padat dan kemungkinan partisipasinya belum 100 persen,” ungkap Trapsi.

Selain menggeser DPTb, kemungkinan surat suranya yang digeser. Surat suara tersebut mengambil dari dari TPS lain.

Sebab, dalam logistik yang dikirim mencakup jumlah DPT plus dua persen untuk cadangan. “Jadi yang cadangan itu sudah termasuk di dalamnya. Nanti yang digeser ya yang dua persen itu,” katanya.

Namun, harus dengan kondisi tertentu. Yakni harus ada kesepakatan antara Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS), pengawas TPS, dan saksi. “Nanti yang mengakomodasi Panitia Pemungutan Suara (PPS),” ungkapnya.

Melihat kondisi tersebut, pihaknya memastikan untuk kebutuhan surat suara untuk pemilih di Sleman tercukupi. “Selain kebutuhan surat suara, jumlah TPS di Sleman juga bertambah satu. Itu berdasarkan hasil DPTb, yaitu di Lapas Narkotika Pakem. Jadi sekarang total TPS di Sleman 3.392 lokasi,” kata Trapsi.

Sementara itu, Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sleman, M Abdul Karim Mustofa meminta KPU memastikan jumlah surat suara tercukupi. Karim menilai, jika partisipasi masyarakat Sleman dalam Pemilu 2019 sebanyak 100 persen, maka jumlah surat suara tidak akan cukup.

“Kalau partisipasinya 100 persen pasti DPTb tidak tercover. Belum lagi masih ada daftar pemilih khusus (DPK),” kata Karim. (har/iwa/by)