MAGELANG – Naiknya status RSUD Tidar menjadi rumah sakit (RS) tipe B membuat Pemkot Magelang merasa perlu melengkapinya dengan rumah sakit tipe C dan D. Ditargetkan, RSUD tipe D mulai beroperasi 1 Juni 2019. Yakni dengan beroperasi penuhnya rumah sakit bersalin (RSB) Budi Rahayu di Jalan Urip Soemoharjo yang ditingkatkan menjadi RS tipe D.

“Saat ini kami sedang dalam pencanangan dan semua (rencana operasional) sedang dipersiapkan,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kota Magelang, Budi Santoso, Senin (15/4).

RSB Budi Rahayu sendiri telah dipindah menjadi satu di bawah naungan RSUD Tidar di Jalan Tidar per 1 April ini. RSB ini terpadu dengan bangsal anak serta NICU (neonatal intensive care unit) dan  PICU (pediatric intensive care unit). Bangunan RSUD Tipe D menempati lahan seluas 2.700 meter persegi dan disesuaikan dengan RSUD tipe ini. Tahap awal akan diisi 20-30 tempat tidur, sedangkan tenaga medis memanfaatkan yang dimiliki RSUD Tidar, puskesmas dan laboratorium kesehatan.

“Untuk dokter spesialis sekurang-kurangnya dua dari empat dokter spesialis dasar, yaitu dokter spesialis anak, dokter kebidanan dan kandungan, dokter penyakit dalam dan dokter spesialis bedah. Kemudian sebagai penunjang dokter spesialis patologi klinik, anastesi dan fisoterapi,” tuturnya.

Selain itu, rumah sakit ini itu juga dilengkapi dokter spesialis syaraf, THT, paru, dan spesialis mata. Adapun total perawat ada 70 orang yang siap melayani masyarakat pada pagi, siang, dan malam. Rumah sakit ini menerima rujukan pasien dari fasilitas pelayanan kesehatan dasar (Faskes I) baik dokter keluarga dan puskesmas. Jika RSUD tipe D tidak mampu menangani karena faktor peralatan dan penyakit, maka dirujuk ke rumah sakit lebih tinggi, yakni RSUD Tidar (tipe B).

“Mengenai nama RSUD tipe D itu, tetap menggunakan Budi Rahayu, karena warga Kota Magelang dan sekitar sudah akrab dengan nama itu,” ujarnya.

Sebelumnya, Ketua Badan Perencana Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Magelang Joko Soeparno mengungkapkan, tujuan Pemkot Magelang membangun RS tipe D untuk meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Ini juga untuk mengantisipasi aturan baru Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan yang saat ini memberlakukan pelayanan kesehatan berjenjang.

Apalagi saat ini antrean pasien di RS tipe D maupun tipe C membeludak. Bahkan tidak sedikit pasien datang untuk  antre mendaftar sebelum subuh, agar bisa diperiksa dokter lebih awal.

“Supaya pasien yang sedang sakit atau keluarganya tidak perlu mendaftar untuk berobat  pagi sekali, Pemkot Magelang membangun RS tipe D, dan selanjutnya juga akan membangun RS tipe C. Harapan ke depan antrean panjang pasien di RS sejenis bisa berkurang,” tandas Joko. (dem/laz/mg1)