KULONPROGO – Operasional minimum bandara Temon akan dilakukan Senin (29/4) mendatang. Menghadapi hal tersebut, PT Angkasa Pura (AP) I menyiapkan dua komite.

Dua komite tersebut, airport emergency dan airport security community. Dua komite ini anggotanya tidak hanya dari AP I, tetapi seluruh komponen penerbangan Seperti ground support, rumah sakit, dan lain-lain.

“Hari ini (kemarin) kami melakukan table top. Jika terjadi keadaan darurat, bagaimana cara penanggulangannya, kami mempraktikkannya,” kata juru bicara pembangunan bandara Agus Pandu Purnama (15/4).

Seluruh instansi terkait diundang untuk melakukan site visit, kemarin. Semuanya 200 orang. Mengikuti sosialiasi airport emergency planning.
Kegiatan tersebut berlanjut hari ini untuk community. Pada Senin (22/4) akan digelar pertemuan dengan seluruh stakeholder bandara, terkait Hazard Identification Risk Assessment (HIRA).

“Harus dipastikan bagaimana keamanannya dan keselamatan penerbangannya. Pada Jumat (26/4) kami akan melakukan simulasi full operation. Semua ikut simulasi. Termasuk moda transportasi pendukung bandara seperti kereta api dan bus Damri. Mereka akan coba jalan,” jelasnya.

Simulasi penumpang turun di Stasiun KA Wojo Purworejo juga akan dilakukan. Kemudian bus Damri mengangkutnya ke bandara. Sebanyak 175 orang akan mempraktikkan check-in, boarding, hingga masuk pesawat.

“Insyaallah, Garuda juga akan melakukan penerbangan simulasi pendaratan,’’ kata Agus.

Project Manager pembangunan bandara, Taochid Purnama Hadi mengatakan, internasional operation mencapai 47 persen. Bisa diterapkan pada Senin (29/4). Harapannya, Oktober 2019 full operation.

“Semua harus dipersiapkan dengan rapi dan baik. Semua fasilitas sudah tersedia,” kata Taochid.

Ujian perdana take off dan landing dilakukan pada Jumat (26/4). Air side sudah siap, lampunya sudah siap. Kalau malam terang benderang,” katanya. (tom/iwa/mg3)