MAGELANG – Tahun ini Kementerian Pertanian punya program baru. Melibatkan para santri di pondok-pondok pesantren. Nama programnya Kelompok Santri Tani Milenial (KSTM). Lewat program ini Kementerian Pertanian mengajak para santri untuk mengembangkan sektor peternakan. Khususnya budidaya ayam buras.

Dalam pelaksanaan program tersebut Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta – Magelang (Polbangtan YoMa) ditunjuk sebagai salah satu koordinator wilayah Jawa Tengah. Membawahi tujuh kabupaten. Yakni Magelang, Klaten, Temanggung, Wonosobo, Boyolali, Purworejo, dan Kebumen.

“Program ini memang menyasar para santri. Mereka kami ajak berkegiatan di bidang peternakan. Dengan harapan ke depan mereka mampu mengembangkan mina usaha peternakan,” ujar Direktur Polbangtan YoMa Dr Rajiman SP MP di sela bimbingan teknis KSTM di Purworejo belum lama ini.

Dikatakan, program KSTM di tujuh kabupaten tersebut menyasar 150 kelompok. Adapun Polbangtan YoMa meluncurkan program tersebut pertama kali pada 4-5 April lalu. Serentak kepada 87 KSTM di seluruh wilayah yang menjadi tanggung jawab Polbangtan YoMa. Dalam kegiatan itu Polbangtan YoMa menggandeng Kementerian Agama dan stakeholder terkait di tiap-tiap kabupaten.

Selama dua hari itu delegasi Polbangtan YoMa menjelaskan materi mengenai ayam buras dan cara budidayanya. Dilanjutkan dengan fasilitasi oleh Polbangtan YoMa kepada KSTM sasaran untuk praktik lapangan. Peserta KSTM juga mendapat penjelasan tentang tata cara membuat kandang ayam buras secara tepat.

Sebanyak 500 ekor ayam buras dihibahkan kepada setiap KSTM. Ini sebagai modal awal pelaksanaan program KSTM. Rajiman berharap, stimulan tersebut dapat bermanfaat. Sekaligus bisa dikembangkan sebagai basis usaha di pondok-pondok pesantren peserta KSTM. (*/yog/ila)