MAGELANG – Harga pakan ternak mahal masih menjadi salah satu bahan pembicaraan hangat di dunia. Harga konsentrat yang meningkat tajam antara 15-30 persen dari harga normal.

Guru Besar Institut Pertanian Bogor (IPB) Prof Dr Ir Luki Abdullah MSc Agr mengatakan, mahalnya harga konsentrat akibat tingginya biaya proses pembuatannya dan nilai tukar rupiah.

Sementara penggunaan hijauan pakan lokal berkualitas tinggi cenderung meningkat di bisnis pembibitan, penggemukan, dan budidaya sapi perah. Karena itu bisnis hijauan pakan ternak (HPT) dipandang lebih menguntungkan karena bersifat quick yield, efisien, dan regrowth.

“Peternak berharap ada penyedia HPT khusus, supaya bisa fokus ke ternak,” ujar Luki saat mengisi kuliah umum di Kampus Peternakan, Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta – Magelang (Polbangtan YoMa) beberapa waktu lalu.

Dekan Fakultas Peternakan IPB itu menambahkan, saat ini telah banyak bermunculan perusahaan HPT dan unit-unit usahanya. Dengan spesialisai penyedia HPT segar maupun awetan. Ada pula penyedia benih dan bibit, serta kebutuhan logistik HPT.

Menurutnya, peluang usaha HPT sangatlah luas. Terlebih untuk memenuhi permintaan ekspor hijauan pakan ternah dan maraknya bisnis completed feed  yang mulai marak. (*/yog/ila)