KULONPROGO – Puncak pesta demokrasi berlangsung kemarin. Warga berbondong-bondong ke tempat pemungutan suara (TPS) mencoblos jagoannya.

Geliat pembangunan bandara pun menginspirasi Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) di TPS 2 Kranggan, Dusun Nepi Dusun IV, Desa Kranggan, Kecamatan Galur. Mereka mendekorasi TPS dengan nuansa bandara.
Petugas PPS mengenakan atribut atau seragam yang lazim ditemui di bandara. Ada yang mengenakan seragam mirip pilot.

“Sejumlah perlengkapan dihadirkan. Mulai pintu metal detector terbuat dari kayu, hingga kursi tunggu penumpang. Para PPS mengenakan kostum pilot, pramugari, dan teknisi pesawat,” kata petugas PPS TPS 2 Desa Kranggan, Mulato (17/4).

Dekorasi TPS dengan nuansa bandara merupakan upaya meningkatkan partisipasi warga menggunakan hak pilih. Adapun jumlah daftar pemilih tetap (DPT) di dusun tersebut sebanyak 285 jiwa.

“Apalagi Yogyakarta International Airport (YIA) segera beroperasi. Kami mengedukasi warga tentang bandara,” kata Mulato.

Proses dekorasi TPS dilakukan tiga hari. Biaya berasal dari swadaya oleh PPS. Sementara kostum mereka dapat dari jasa persewaan kostum di Jogja.
“Seluruh biaya pembuatan properti hingga sewa kostum diambil dari anggaran sekretariat KPPS Kranggan,” ujar Mulato.

Ketua PPS Desa Kranggan, Laksana Prasteya menambahkan, TPS unik juga dibuat di TPS 3 Kranggan. Tepatnya di Dusun Kujon, Desa Kranggan. Jika TPS 2 bertema bandara, maka TPS 3 menggunakan konsep kampung bola.

“Desa Kranggan ada tujuh TPS, dua di antaranya berkonsep unik, semua dilakukan untuk meningkatkan partisipasi pemilih untuk mencoblos,” kata Laksana.

Menurut dia, antusiasme warga Desa Kranggan menggunakan hak suara tergolong tinggi. Mencapai 80 persen. “Pemilu kali ini kami optimistis bisa meningkat lagi partisipasinya. Jumlah DPT di Desa Kranggan sebanyak 1.889 orang,” ujar Laksana.

Salah seorang pemilih di TPS 2 Kranggan, Dina Romadona, 18, terkesan dengan dekorasi TPS. “Saya jadi semakin semangat datang karena ada dekorasi unik ini,” kata Dina. (tom/iwa/mg3)