KULONPROGO – Bupati Kulonprogo, Hasto Wardoyo kesulitan melipat surat suara saat mencoblos di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 17 Dusun Klepu, Desa Hargowilis, Kecamatan Kokap, Rabu (17/4). Hasto datang ke TPS sekitar pukul 11.00 mengenakan setelan baju koko putih, berpeci hitam.

Hasto mengatakan, Pemilu 2019 ini lebih rumit dibandingkan dengan pemilu-pemilu sebelumnya. Lembar kertas suaranya lebih lebar, jumlah partai banyak, peserta pemilu juga banyak, mulai DPR RI, DPD RI, DPRD provinsi dan DPRD kabupaten serta presiden dan wakil presiden.

“Kartu surat suara Pemilu 2019 ini lebih panjang, lebar, dan tebal. Memilih dan melipatnya butuh waktu. Saya yang sudah menghafalkan dari rumah saja salah melipat,” kata Hasto usai mencoblos di TPS 17 Klepu.

Kendati demikian, dia optimistis partisipasi pemilih di Kulonprogo meningkat. “Jika Pemilu 2014 lebih dari 75 persen, Pemilu 2019 diharapkan mencapai 80 persen,” katanya.

Pragmatisme sangat tinggi dan cukup menyedihkan dalam Pemilu 2019 ini. Gejolak pragmatisme lebih tinggi dibanding pada pemilu sebelumnya.
Gejolak pramatisme lebih terasa pada Pemilu 2019. Saat ini era dengan pencitraan kuat. Diharapkan lahir pemimpin idealis. Sepuluh tahun terakhir, pemimpin dilahirkan dari pencitraan.

“Harapan saya, patologi demokrasi bisa dikurangi. Sehingga pemilu ke depan ada pemimpin yang berani dan takut pada Tuhan. Mudah-mudahan pramatisme tidak terbukti. Itu yang kami khawatirkan, mudah-mudahan ada pemimpin yang bisa mencegah pramatisme,” ujarnya.

Hasto berharap, Pemilu 2019 menghasilkan pemimpin dan calon legislatif yang mampu membawa aspirasi masyarakat. Mengetahui arah pembangunan Kulonprogo.

Semoga tidak hanya terpilih pemimpin atau wakil yang pragmatis. Harus bisa menguasai filosofi pembangunan.

“Kulonprogo mau dibawa ke mana? Sektor pariwisata, pembangunan industri kreatif, dan UMKM harus digarap maksimal. Kami berharap caleg terpilih memperjungan ekonomi kerakyatan yang berbasis industri 4.0,” harap Hasto.
Pengawas TPS, Nariyah Fadhilah menjelaskan, TPS 17 Klepu bertempat di Rumah Dukuh Klepu yang juga Ketua KPPS, Haryono. Jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) ada 257, DPTb ada dua.

“Pak Hasto menggunakan suaranya di sini karena KTP-nya sini. Kalau istri beliau tidak memilih di sini, tetapi tadi ikut datang mendampingi,” jelas Nariyah. (tom/iwa/mg3)