BANTUL – Berbagai upaya dilakukan kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS) untuk menarik minat pemilih. Termasuk dengan membuat tempat pemungutan suara (TPS) yang unik. Salah satunya di TPS 19 Padukuhan Bogoran Trirenggo, Bantul. TPS dihias layaknya hajatan pernikahan adat Jawa.
”Didesain unik agar menarik perhatian warga menuju TPS,” ungkap Ketua KPPS TPS 19 Padukuhan Bogoran Trirenggo Nur Amrozi Rabu (17/4).

Nur mengungkapkan, tema tersebut dipilih sekaligus untuk memperkenalkan adat Jawa. Petugas KPPS mengenakan pakaian Jawa berwarna serba biru. Menggunakan sorjan untuk petugas laki-laki dan untuk perempuan, menggunakan kebaya. Nah, didepan pintu masuk, dihiasi berbagai kreasi janur unik. Selanjutanya, ditambahkan pisang tundun, kelapa gading sebagai perlengkapan dekor. Dan beragam tanaman untuk membuat suasana tampak sejuk. Tak lupa, TPS dilengkapi spot untuk berswafoto.

Dia menjelaskan, tema tersebut digagas lima hari sebelum pelaksanaan coblosan. Warga menyepakati konsep acara tersebut. Diantaranya ada yang menyumbang tanaman, membuat kreasi janur bahkan ada yang menyumbang sponsor minuman vitamin. ”Usai coblos, celup jari dapat minuman vitamin,” katanya.

Dia berharap, inisiasi yang digagas pemuda padukuhan tersebut mampu mengundang semangat warga untuk menggunakan hak pilihnya. Sehingga animo masyarakat terhadap Pemilu 2019 lebih meningkat. ”Targetnya, 100 Persen warga gunakan hak pilih,” harapnya. Dia menyebut, hingga pukul 12.00 target pemilih sudah mencapai 95 Persen. Dari tutal Daftar Pemilih Tetap (DPT) sebanyak 243. Terdiri dari 243 orang DPT laki-laki dan perempuan sebanyak 123 orang.

Dilokasi yang sama, Adib Basworo, RT 01, Bogoran, Trirenggo, Bantul mengapresiasi kinerja KPPS. Menurutnya, pemilu dengan tema tersebut baru pertama kalinya dilaksanakan. Konsep adat Jawa memberikan nuansa masyarakat syuk dan guyup. Sehingga warga lebih bersemangat.
”Pakai pakaian Jawa, biar jawani,” ucap pria 54 tahun itu. Dia berharap, siapapun pemimpinnya ke depan mampu mengayomi rakyat. Menambah lapangan pekerjaan dan mampu mengelola kekayaan dalam negeri dengan baik. (cr6/pra/mg4)