PROPAGANDA adalah sebuah rencana sistematis atau gerakan bersama untuk penyebarluasan suatu keyakinan atau doktrin. Propaganda didefinisikan sebagai argumentasi akal pikiran, filsafat, sejarah dan ilmu pengetahuan untuk memengaruhi orang terdidik dan cukup cerdas. Seorang propagandis biasanya bekerja terutama dengan memakai bahasa cetak (Shoelhi, 2012: 143).

Pada saat ini determinasi seorang propagandis sudah tidak bisa dibendung lagi, karena semakin sering orang terkena pesan-pesan dari seorang propagandis, maka orang tersebut akan merasa sebagai orang yang cerdas, dan seolah-olah ia sebagai penyebar akal sehat terbaik di negeri ini.

Bahkan yang lebih ekstrem lagi, seorang propagandis bisa menciptakan suatu ketakutan yang dibuat seolah-olah benar terjadi, atau dibuat seolah-olah benar akan terjadi. Di mana biasanya, seorang propagandis yang hebat akan membuat suatu indoktrinasi, agar publik selalu mendukungnya, dan dalam situasi politik tertentu ia akan merasa bahwa ia selalu menang, walaupun sebenarnya ia takut dengankekalahan.

Memang kekalahan merupakan suatu hal yang paling ditakuti dalam persaingan politik dimanapun itu, seseorang yang takut kalah akan melakukan apa pun itu untuk mendapatkan kemenangan, bahkan hal yang benar-benar dilarang pun akan tetap dilakukan untuk memenangkan pertarungan politik yang semakin sengit itu. Namun demikian, untuk meraih kemenangan tersebutjustru mereka saling berlomba-lomba untuk melakukan propaganda terhadap publik. Tujuannya agar ia selalu terlihat suci, dan agar ia selalu terlihat bahwa ia adalah orang yang benar. Bahkan yang lebih hebatnya lagi, kini propaganda tersebut telah membuat publik menjadi pihak yang seolah-olah harus tunduk terhadap perintah sang propagandis.

Misalnya saja belum lama ini, Amien Rais yang selama ini dikenal sebagai tokoh politik yang mempunyai julukan sebagai bapak reformasi ini, tiba-tiba mengeluarkan pernyataan yang sangat kontroversial. Di mana ia berpendapat bahwa, jika ada kecurangan dalam Pemilu 2019, ia akan mengerahkan massa ke jalanan untuk melakukan protes, atau yang disebut dengan people power. Langkah tersebut dianggapnya sangat baik, dibandingkan mengajukan perkara ke Mahkamah Konstitusi. Pernyataan Amien Rais tentu merupakan sebuah propaganda yang bisa memengaruhi publik untuk mempunyai prasangka, bahwa Pemilu yang akan dilaksanakan pada 17 April nanti, akan diwarnai dengan kecurangan.  Karenanya semakin sering propaganda mengenai people power tersebar di berbagai media, maka tidak menutup kemungkinan, ajakan untuk melakukan demonstrasi secara besar-besaran bisa menjadi polarisasi yang tidak bisa dibendung oleh siapapun itu.

Propaganda yang dilakukan oleh Amien Rais ini memang akan membangkitkan emosi publik untuk berperilaku secara anarkis, jika calon yang didukungnya tidak menang dalam Pemilu tersebut. Memang sangat tidak pantas, jika seorang tokoh politik yang selama ini dianggap sebagai pelopor reformasi, tiba-tiba mengeluarkan pernyataan yang sangat kontroversial, dan ia menjadi seorang propagandis yang semakin membuat masyarakat menjadi terpecah belah. Oleh karena itu, sebaiknya kita sebagai masyarakat jangan pernah terpancing terhadap propaganda yang dapat merusak moralitas publik tersebut.

Mengutamakan Etika Komunikasi

Menurut Devito (2011: 29), etika komunikasi landasannya adalah gagasan kebebasan memilih (notion of choice) serta asumsi bahwa setiap orang mempunyai hak untuk menentukan pilihannya sendiri. Komunikasi dikatakan etis bila menjamin kebebasan memilih seseorang dengan memberikan kepada orang tersebut dasar pemilihan yang akurat. Komunikasi dikatakan tidak etis bila mengganggu kebebasan memilih seseorang dengan menghalangi orang tersebut untuk mendapatkan informasi yang relevan dalam menentukan pilihan.

Dengan mengutamakan etika komunikasi, maka kita akan mengerti bahwa perbedaan pilihan, adalah sebuah hal yang wajar. Para politisi sudah seharusnya mengerti bahwa untuk mengajak masyarakat dalam memilih calon Presiden, tidak perlu menggunakan cara-cara yang tidak etis. Propaganda merupakan cara yang sangat tidak humanis, karena propaganda dapat meracuni akal sehat masyarakat untuk berperilaku secara anarkis.

Masyarakat Harus Lebih Cerdas

“Hanya yang masuk akallah yang akan berumur panjang”, Georg Wilhem Friedrich Hegel (1770-1831). Pernyataan yang disampaikan Hegel sudah seharusnya dibuktikan oleh masyarakat, bahwa hidup harus mengutamakan akal sehat. Masyarakat Indonesia jangan pernah mau untuk dibodohi oleh seorang propagandis yang sering kali membuat masyarakat menjadi terpecah belah. Salah satu cara untuk terhindar dari propaganda yang sering dilakukan oleh para tokoh politik, adalah dengan menghilangkan fanatisme politik dan mengutamakan akal sehat dalam menanggapi persoalan apapun itu.

Misalnya, jika ada oknum yang menghujat calon Presiden yang kita dukung, maka cobalah balas dengan cara yang cerdas. Jangan mudah terpancing dengan sesuatu yang dapat membuat kita saling melakukan konflik satu sama lain. Maka dari itu, propaganda mengenai people power yang dilakukan oleh Amien Rais merupakan propaganda yang baru saja dihadapi oleh masyarakat Indonesia. Selama persoalan mengenai Pemilu belum berakhir, maka tidak menutup kemungkinan bahwa akan ada propaganda dalam bentuk lain untuk mengajak masyarakat agar bertindak secara anarkis. (ila)

*Penulis adalah mahasiswa Universitas Serang Raya, Fakultas Ilmu Sosial, Ilmu   Politik dan Ilmu Hukum (FISIPKUM), Prodi Ilmu Komunikasi, Konsentrasi Public Relations.