GUNUNGKIDUL – Coblosan di tempat pemungutan suara (TPS) 9 Dusun Jaranmati, Desa/Kecamatan Karangmojo, Rabu (17/4) diwarnai aksi perusakan surat suara.

Kejadian itu bermula ketika seorang pemilih bernama Mahardika Wirabuana Krisna Murti berada di dalam bilik. Untuk mencoblos. Tak berselang lama, muncul bau asap. Diduga asap itu berasal dari salah satu bilik.

”Setelah dicek ternyata berasal dari bilik yang digunakan Wira mencoblos,” kata Sarno, ketua KPPS TPS 06.

Petugas, kata Sarno, menemukan kondisi empat surat suara di dalam bilik rusak. Selain terbakar, ada surat surat yang robek. Hanya surat suara DPD yang masih utuh.

Diakui, peristiwa pembakaran tersebut sempat mengganggu jalannya pencoblosan. Namun tak lama berselang proses pemilihan kembali berjalan. Menurutnya, peristiwa pembakaran kertas suara sudah dilaporkan ke Bawaslu dan KPU. Barang bukti surat suara terbakar juga sudah diamankan bawaslu untuk bahan kajian lebih lanjut.

“Untuk kelanjutan kasus, kami serahkan ke pihak yang berwajib. Setelah peristiwa itu, pelaku sementara waktu dibawa pulang ke rumah,” ujarnya.

Anggota Bawaslu Gunungkidul Rosita membenarkan adanya peristiwa pembakaran di TPS 9 Desa Karangmojo. Hanya, untuk penanganan lebih lanjut, pihaknya belum bisa memberikan komentar karena masih dalam pembahasan bersama di Bawaslu Gunungkidul.

“Masih rapat dan belum ada hasil,” katanya. (gun/zam/fj)